Loading...

DPR AS akan Panggil Mark Zuckerberg Soal Kebocoran Facebook

WASHINGTON (TAJUKTIMUR.COM) — Para petinggi Komite Energi dan Perdagangan DPR Amerika Serikat mengatakan, Kamis, pihaknya akan secara resmi meminta Pemimpin Facebook Mark Zuckerberg untuk memberikan kesaksian.

Mereka mengatakan perusahaan itu meninggalkan banyak pertanyaan tak terjawab soal langkah-langkahnya dalam menjamin data pribadi para pengguna.

“Kasus-kasus baru yang terungkap menyangkut penggunaan dan keamanan data para pengguna Facebook menimbulkan kekhawatiran serius soal perlindungan konsumen,” kata Ketua Komite dari Republik Greg Walden dan anggota senior Demokrat di Komite, Frank Pallone, dalam pernyataan.

“Setelah staf komite mendapatkan pemaparan kemarin dari para pejabat Facebook, kami merasa bahwa masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.” Zuckerberg pada Kamis mengatakan dalam wawancara dengan media bahwa ia akan bersedia memberikan kesaksian jika ia memang merupakan orang yang tepat di perusahaannya untuk berbicara kepada para anggota parlemen.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Inggris Kecewa AS Keluar dari Dewan HAM PBB LONDON, TAJUKTIMUR.COM -- Pemerintah Inggris menyesali keputusan Amerika Serikat yang keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC). Dalam sebuah...
Paus Fransiscus Sebut Kebijakan Imigran Trump tak Bermoral VATIKAN, TAJUKTIMUR.COm -- Paus Fansiskus mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memisahkan para anggota keluarg...
Indonesia Sayangkan AS Keluar dari Dewan HAM PBB JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia sangat menyayangkan keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari Dewan HAM PBB. "Dewan HAM merupakan forum kerja sa...
PWI dan ACJA Sepakati Kerjasama Dalam Kerangka Kerja Belt and Road Initiative dan Poros Maritim Duni... BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Hal paling esensial yang harus dimiliki setiap wartawan dalam melaksanakan tugas kewartawanannya adalah itikad baik. Mengand...
Terlalu Agresif, China Tahan Laju Kendaraan Listrik BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - China akan mengambil tindakan guna menahan laju pertumbuhan kendaraan listrik yang begitu pesat, menurut juru bicara lembaga...
Kanal: Internasional