Loading...

Dua Mantan Menteri Malaysia Mundur dari UMNO

KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM — Dua mantan menteri dari Barisan Nasional mengundurkan diri dari partai UMNO. Keduanya yaitu mantan Menteri Perdagangan Datuk Seri Mustafa Mohamed dan mantan Menteri Luar Negeri Dato Seri Anifah Aman.

Mustafa, yang juga anggota parlemen Jeli, mengundurkan dari UMNO pada Selasa (18/9). Sementara, Dato Seri Anifah Aman, yang juga anggota parlemen Kimanis, menyampaikan pengunduran diri dari Perhimpunan Bangsa Melayu Bersatu (UMNO) pada Rabu (19/9).

“Setelah wawas diri dan berpikir sedalam-dalamnya, saya dengan ini mengumumkan peletakan jabatan saya selaku anggota Majelis Tertinggi UMNO, Ketua UMNO Bagian Kimanis dan anggota UMNO,” kata Anifah Aman.

Anifah mengambil keputusan tersebut karena pernah berjanji kepada pemilihnya di Parlemen Kimanis dan rakyat Sabah secara keseluruhan. Ia akan meletakkan jabatan di dalam partai sekiranya UMNO dan Barisan Nasional gagal menunaikan janji dalam perkara berkaitan Perjanjian Malaysia 1963.

“Saya sadar tanpa UMNO dan Barisan Nasional di tampuk kekuasaan, perjuangan saya tidak akan membuahkan hasil. Walau bagaimanapun, saya juga berpegang erat kepada yang saya janjikan sebelum ini, yaitu saya akan meletakkan jabatan sekiranya perjuangan saya untuk rakyat Sabah di bawah payung partai ini tidak dapat diteruskan,” katanya.

Anifah mengatakan perjuangan dirinya di dalam politik selama ini sangat jelas. Ia menegaskan kemauan rakyat Sabah mendapat layanan sama rata dan setiap hak mereka dilaksanakan sepenuhnya, tanpa dalih dan alasan apapun. “Itu karena Perjanjian Malaysia 1963, titik mula pembentukan negara persekutuan, yang kita kenali sebagai Malaysia pada hari ini,” katanya.

Dia mengatakan, walaupun tidak lagi di dalam UMNO, ia akan tetap menjalankan tanggung jawab sebagai anggota parlemen dalam mengetengahkan kepentingan dan harapan pemilih di kawasan Parlemen Kimanis. Ia meminta Pakatan Harapan terikat dalam melaksanakan janji mereka, terutama mengembalikan hak Sabah dan Sarawak selaras dengan Perjanjian Malaysia 1963.

Pada kesempatan terpisah, Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi mengatakan merasa berat dengan perkembangan politik negara dewasa ini. Sehingga, ia memandang serius keadaan, terutama Partai UMNO.

“Dalam keadaan ini, saya minta semua pemimpin dan anggota UMNO di semua tingkatan tenang, berlapang dada, terus yakin dan memberikan kepercayaan kepada pemimpin partai untuk menangani keadaan ini,” katanya.

Zahid menyatakan sangat kesal dengan tindakan beberapa anggota parlemen UMNO, seperti, anggota parlemen Jeli Datuk Seri Mustafa Mohamed dan anggota parlemen Kimanis Dato Seri Anifah Aman, yang meninggalkan UMNO. “Meninggalkan UMNO ketika partai sedang diuji bukanlah sikap terpuji dan bisa diteladani,” katanya.

Berita Lainnya
Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Jokowi mengatakan saat ini, kita menghadapi kondisi ekonomi glo...
Jokowi-Putin Bahas Isu Ekonomi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Indonesia dan Rusia melakukan pertemuan bilateral di Pusat Ko...
Presiden Jokowi Harapkan ASEAN Perkuat Sinergi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menyatakan harapannya agar Perhimpunan Bangsa-Bangs...
DPR Optimis Hubungan Diplomatik Indonesia – Selandia Baru Meningkat Wellington, TAJUKTIMUR.COM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo optimis pertemuan yang telah dilakukan ol...
Dubes Saudi Bantah Adanya Pelarangan Haji Palestina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuai...
Kanal: Internasional