Loading...

Gabon Akui Hari Besar Islam

JAKARTA (TAJUK TIMUR) – Mengutip Country Reports on Human Rights Practices yang diterbitkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada 2010, terungkap bahwa Pemerintah Gabon melindungi dan membebaskan setiap pemeluk agama menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan mereka.

Belum ditemui pula kasus diskriminasi yang berbasis agama. Meski, pemerintah mewajibkan semua organisasi agama harus terdata di Kementerian Dalam Negeri Gabon.

Sebagai contoh keterbukaan Gabon dengan Islam, meski jumlah Muslim hanya 10 persen dari populasi, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, pemerintah sudah menetapkan kedua hari besar umat Islam tersebut sebagai hari libur nasional.

Saat Ramadhan, jam operasional fasilitas publik biasanya lebih pendek dari jam operasional normal. Sejauh ini, komunitas Muslim mendapatkan penilaian positif dari berbagai kalangan, termasuk dari Kedutaan Besar AS di Gabon. Muslim Gabon terkenal dengan sikap terbuka dan kooperatif.

(rol/ttc)

Berita Lainnya
Presiden Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Kepulauan Solomon PORT MORESBY, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia dan Kepulauan Solomon adalah dua negara yang memiliki beber...
Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Jokowi mengatakan saat ini, kita menghadapi kondisi ekonomi glo...
Jokowi-Putin Bahas Isu Ekonomi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Indonesia dan Rusia melakukan pertemuan bilateral di Pusat Ko...
Presiden Jokowi Harapkan ASEAN Perkuat Sinergi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menyatakan harapannya agar Perhimpunan Bangsa-Bangs...
DPR Optimis Hubungan Diplomatik Indonesia – Selandia Baru Meningkat Wellington, TAJUKTIMUR.COM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo optimis pertemuan yang telah dilakukan ol...
Kanal: Internasional