Loading...

HAMAS Ambil Sikap Untuk Kesatuan Palestina

GAZA CITY (TAJUKTIMUR.COM) – Hamas pada hari Minggu (17/9/2017) menyatakan akan menyingkirkan badan yang dianggap sebagai pemerintahan alternatif di Jalur Gaza dalam satu langkah maju menuju rekonsiliasi dengan rival Fatah menyusul beberapa diskusi dengan Mesir.

Hamas, gerakan Islamis Palestina yang mengelola Jalur Gaza, juga menyatakan siap berunding dengan Fatah yang dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas tentang pembentukan pemerintah kesatuan dan penyelenggaraan pemilu.

Pengumuman itu disampaikan setelah perundingan di Kairo pekan lalu dengan para pejabat Mesir, kata pejabat Hamas kepada AFP.

Namun belum jelas apakah langkah tersebut akan menghasilkan aksi nyata lebih lanjut untuk mengakhiri perpecahan mendalam dengan Fatah, yang berbasis di Tepi Barat yang dikuasai Israel.

Dalam pernyataannya pada Minggu, Hamas berbicara tentang “pembubaran” komite administratif, yang dianggap sebagai pemerintahan rival bagi pemerintahan Abbas.

Hamas membentuk komite tersebut pada Maret, dan sejak saat itu Abbas berusaha menekan gerakan itu, termasuk mengurangi pembayaran listrik untuk Jalur Gaza.

Hamas mengelola Gaza sejak 2007, setelah merebutnya dalam perang dari Fatah menyusul perselisihan mengenai pemilu parlemen yang dimenangkan oleh gerakan Islamis tersebut.

Jalur Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang memburuk, antara lain dengan krisis listrik parah dan kekurangan air bersih.

Daerah itu sudah berada di bawah blokade Israel selama sekitar satu dekade, sementara perbatasannya dengan Mesir sebagian besar ditutup dalam beberapa tahun terakhir.

Kantung pesisir tempat tinggal sekitar dua juta penduduk itu juga merupakan salah satu daerag dengan tingkat pengangguran tertinggi di dunia.

Menghadapi kondisi itu, Hamas menengok ke Mesir untuk mendapat pantuan, khususnya yang berkenaan dengan bahan bakar untuk menghasilkan energi.

Israel dan militan Palestina di Gaza, including Hamas, sudah tiga kali berperang sejak 2008.

Para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan pencabukan blokae namun Israel menyatakan itu diperlukan untuk menghentikan Hamas mendapat senjata atau material lain yang bisa digunakan untuk membuat senjata.

(afp/and)

Berita Lainnya
UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik YAMAN, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman --negara yang digu...
Perempuan Gaza berpawai bagi Pembebasan Perempuan yang dipenjarakan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza...
Ratusan orang di Barcelona protes kunjungan Raja Spanyol BARCELONA, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan orang turun ke jalan di Barcelona pada Minggu (24/2) untuk menen...
PBB peringatkan Mesir soal eksekusi hukuman mati JENEWA, TAJUKTIMUR.COM - Badan hak asasi manusia PBB pada Jumat menyatakan keprihatinan tentang ekse...
Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan rezim Assad IDLIB, TAJUKTIMUR.COM - Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad yang di...
Kanal: Internasional