Loading...

Indonesia Meriahkan Pameran Bahasa Internasional di Kairo

KAIRO (TAJUKTIMUR.COM) – Lembaga Non Pemerintah yang berbasis di Kairo, El Sawy Culturewheel, Kamis malam (12/10/2017) kembali menggelar Pameran Bahasa untuk ketiga kalinya.

Pameran bahasa bertajuk “El Sakia” tersebut dikhususkan bagi negara-negara dengan jumlah penutur diatas 100 juta orang.

Indonesiapun menjadi salah satu partisipan dari 11 negara yang sejak 2 tahun terakhir mengikuti eksibisi yang memasuki tahun ketiga itu.

Atase pendidikan dari kedutaan besar republik Indonesia (KBRI) Kairo, Usman Syihab, mengatakan, dengan turut menampilkan pembacaan puisi dan nyanyian dari para murid pusat seni dan kebudayaan Indonesia (PUSKIN), Indonesia menarik perhatian besar para pengunjung.

“Negara-negara atau bahasa-bahasa lain tidak sedemikian meriah dan lengkap dengan kita, mereka hanya presentasi tentang bahasa dan pengetahuan secara umum tentang bahasa tersebut. Tapi, kita menerangkan tentang bahasa Indonesia dan statusnya bagi penutur asing di dunia,”ujar Usman Syihab ketika ditemui disela-sela Pameran Bahasa, Kamis malam (12/10/2017).

Ditambahkan Usman, untuk menarik lebih banyak minat masyarakat Mesir mempelajari bahasa Indonesia, juga disebarkan berbagai buku secara gratis yang berkaitan dengan bahasa Indonesia.

“Dengan menggunakan pakaian tradisional dan ada buku-buku yang dibagikan secara gratis dan bahasa Indonesia sudah menyebar baik di Mesir, sehingga informasi ini tersebar dan mereka tahu ada kegiatan ini berbondong-bondong ke booth kita. Kursus bahasa Indonesia bagi penutur asing PUSKIN dari Mesir saat ini ada 266, kelas-kelas bahasa Indonesia di fakultas bahasa di Azhar University ada 6 kelas dengan total mahasiswa aktif 72 orang. Serta, di pusat studi Indonesia di universitas Kanal Suez di Ismailiyah ada 85 mahasiswa,” jelas Usman.

Sementara, para murid PUSKIN yang keseluruhannya merupakan warga Mesir, Kamis malam mengenakan pakaian adat khas Indonesia seperti pakaian Melayu dan Jawa.

Pendiri El Sawi Culturewheel, Muhammad El Sawy, mengatakan, ide lahirnya eksibisi bahasa yang baru kali pertama dilaksanakan di Mesir tersebut, bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat lokal khususnya generasi muda lebih mengenal bahasa lainnya di dunia.

Serta, memberikan kesempatan bagi mereka untuk memiliki akses agar dapat lebih mengenal bahasa maupun budaya baru langsung dari masyarakat asli.

“Bahasa adalah kendaraan bagi setiap pembangunan dan kesuksesan dari kehidupan manusia. Olehkarena itulah, kami berpikiran untuk membuat eksibisi yang spesifik dan memberikan kesempatan bagi generasi muda kami untuk lebih mengenal bahasa yang berbeda. Serta, belajar tentang keaslian dan pertukaran yang bisa terjadi diantar bahasa,” ungkap Muhammad El Sawy.

Muhammad El Sawy menyatakan, adanya spesifikasi bagi peserta eksibisi juga berdampak pada jumlah negara yang berpartisipasi hingga tahun ketiga, yang tidak mengalami penambahan jumlah.

“Yaitu, diantaranya Indonesia, Jerman, Spanyol, Rusia, Tiongkok, India, Jepang, Perancis, Portugis, Inggris, dan Arab,” papar Muhammad El Sawy.

Meski demikian, Muhammad El Sawy mengharapkan eksibisi bahasa akan dapat terus terlaksana ditahun-tahun mendatang, untuk semakin menarik minat masyarakat Mesir mengetahui sekaligus mempelajari bahasa-bahasa asing.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik YAMAN, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman --negara yang digu...
Perempuan Gaza berpawai bagi Pembebasan Perempuan yang dipenjarakan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza...
Ratusan orang di Barcelona protes kunjungan Raja Spanyol BARCELONA, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan orang turun ke jalan di Barcelona pada Minggu (24/2) untuk menen...
PBB peringatkan Mesir soal eksekusi hukuman mati JENEWA, TAJUKTIMUR.COM - Badan hak asasi manusia PBB pada Jumat menyatakan keprihatinan tentang ekse...
Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan rezim Assad IDLIB, TAJUKTIMUR.COM - Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad yang di...
Kanal: Internasional