Loading...

Jokowi dan Sembilan Kepala Negara Tandatangani Konsensus Lindungi Buruh Migran

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Sebelum upacara penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-31, Presiden Joko Widodo bersama sembilan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan ASEAN menandatangani “ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers” atau Kesepakatan Perlindungan Pekerja Migran yang berlangsung di Philippine International Convention Center (PICC) Manila, Filipina, Selasa malam.

Seperti dirilis oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, ASEAN akhirnya mencapai kesepakatan mengenai instrumen perlindungan hak-hak pekerja migran di kawasan Asia Tenggara setelah melalui perundingan selama hampir satu dekade.

Negosiasi ASEAN Consensus yang berawal sejak 2009 merupakan tindak lanjut ditandatanganinya “ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers oleh ASEAN Leaders” pada 13 Januari 2007 di Cebu, Filipina.

Dalam negosiasi selama delapan tahun tersebut, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap warga negara Indonesia, baik yang berada di dalam maupun luar negeri sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945.

Pemerintah Indonesia juga turut memperjuangkan agar ASEAN melindungi hak-hak dasar pekerja migran beserta anggota keluarganya dan melindungi pekerja migran yang menjadi “undocumented” bukan karena kelalaian individu.

Selain itu, ASEAN Consensus juga mengatur hak-hak keluarga pekerja migran, termasuk hak untuk mengunjungi pekerja migran yang bekerja di salah satu negara ASEAN.

Dalam ASEAN Consensus diatur pula mengenai sejumlah hak yang dimiliki oleh setiap pekerja migran. Mulai dari hak wajib memiliki paspor, hak mendapatkan perlakukan dan penghasilan yang adil di lingkungan kerja, berkomunikasi dan freedom of movement, berpartisipasi pada asosiasi maupun serikat pekerja di negara penerima, hingga hak untuk mengajukan kasus apabila terjadi pelanggaran kontrak kerja.

Guna mendukung implementasi ASEAN Consensus, pemerintah Indonesia mengambil inisiatif dengan menyusun draft awal rencana aksi (action plan) dari ASEAN Consensus untuk kemudian dinegosiasikan dengan seluruh negara ASEAN.

Dalam penyusunan  draft awal action plan ini, pemerintah Indonesia akan senantiasa merangkul berbagai pihak terkait termasuk Civil Society Organizations (CSOs).

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Studi Leipzig: Prasangka Buruk Terhadap Muslim di Jerman Meningkat Tajam BERLIN, TAJUKTIMUR.COM - Prasangka terhadap orang Muslim, migran dan pencari suaka telah meningkat t...
Survei: Aksi Bunuh Diri Anak Muda di Jeoang Tertinggi dalam 30 Tahun TOKYO, TAJUKTIMUR.COM - Aksi bunuh diri di kalangan anak muda Jepang telah mencapai jumlah tertinggi...
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Kena Dampak Serangan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Beberapa bagian Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, mengala...
Presiden Erdogan Sebut Pejabat Saudi Rencanakan Pembunuhan Khasoggi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pembunuhan penulis dan krit...
Jembatan Terpanjang didunia Resmi Dibuka untuk Umum BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Jembatan sepanjang 55 kilometer yang menghubungkan Zhuhai-Makau-Hong Kong ...
Kanal: Internasional