Loading...

Kemenpar Promosi Pariwisata di Malaysia

KUALA LUMPUR (TAJUKTIMUR.COM) – Kementerian Pariwisata menyelenggarakan International Tourism Table Top (ITTT) di Double Tree by Hilton Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7-8 Maret 2018.

“Kami membidik sekitar 50 buyers sedangkan 43 seller telah ambil bagian,” ujar Kepala Bidang Area IV Deputi Pemasaran I Regional II Kemenpar, Hari Budiarti di Kuala Lumpur, Kamis, (8/3/2018).

Dia mengatakan “buyers” yang hadir sekitar 50 agen lokal Malaysia melalui rekomendasi KBRI Kuala Lumpur, MATTA (Malaysian Association of Tour and Travel Agents), dan Airlines.

Sedangkan “sellers” berasal dari industri pariwisata Indonesia terdiri dari tour operator atau travel agent, atraksi wisata dan hotelier.

Dia mengatakan untuk menyeleksi ke-43 “sellers” tersebut Kemenpar bekerja sama dengan Dinas Pariwisata daerah, ASITA daerah, PHRI dan PUTRI.

“Malaysia menjadi fokus pasar wisatawan mancanegara ke Indonesia. Malaysia menduduki peringkat ke empat setelah Tiongkok, Eropa, dan Singapura. Tahun 2018, target Kemenpar untuk pasar Malaysia sebanyak 1.400.000 kunjungan sehingga diperlukan pendekatan dan inovasi untuk menggarap pasar ini,” ujar Hari.

Sejumlah destinasi utama ditawarkan dalam ITTT kali ini yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

“Jumlah kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia terus mengalami peningkatan. Tahun 2017 lalu, realisasi wisman Malaysia ke Indonesia mencapai 1.238.376. Atau, meningkat 1,05 persen jika dibandingkan tahun 2016, yang berjumlah 1.225.458,” katanya.

Dia mengatakan selain menggelar pertemuan bisnis, atau “B to B Meeting” dengan round robin system (buyers meets sellers) dilakukan juga sesi presentasi produk dengan narasumber perwakilan dari daerah prioritas nasional.

“Usai presentasi dilanjutkan dengan tanya-jawab dan acara jamuan makan. Semua bisa menanyakan lebih detail lagi produk-produk yang ditawarkan,” katanya.

Melalui ITTT KL, dia berharap lebih banyak terjalin kontrak bisnis antara “sellers” Indonesia dengan “buyers” Malaysia.

Selain itu, wisman Malaysia juga bisa mendapat update terbaru tentang destinasi pariwisata Indonesia dengan meningkatkan jumlah kunjungan wisman Malaysia ke Indonesia.

“Tahun ini strategi pemasaran yang diterapkan lebih fokus pada kegiatan hard selling, dan kerjasama dengan maskapai serta whole sellers,” tambahnya.

Kemenpar menetapkan tiga program prioritas untuk mendorong usaha pencapaian target 17 juta wisman tahun 2018 yaitu ViWI (Visit Wonderful Indonesia) 2018.

ViWI adalah program yang mensinergikan penyedia jasa transportasi, akomodasi, dan atraksi wisata untuk menawarkan paket menarik.

Dua program prioritasnya lainnya adalah pelaksanaan Calender of Events seperti Asian Games 2018 dan Annual Meeting IMF-WB 2018.

(as)

Berita Lainnya
Film Dokumenter Gaza Raih Penghargaan Film di Spanyol BETHLEHEM, TAJUKTIMUR.COM - Film dokumenter Gaza berhasil meraih penghargaan Premios Goya Award di S...
Awali Tahun 2019 China Lakukan Pendaratan Rover di Bulan BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Banyak dari kita yang ingin mengawali tahun baru dengan sesuatu yang spesi...
Gempa 7,1 SR Guncang Filipina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang kawasan kepulauan di Mindanao, bagian s...
Dunia Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda TEHERAN, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerin...
Pakar Prediksi Tsunami Susulan Terjang Indonesia PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, mempe...
Kanal: Internasional