Loading...

Keterangan Resmi KBRI terkait Gempa Bumi Besar di Meksiko

MEXICO CITY (TAJUKTIMUR.COM) – Pada tanggal 19 September 2017, pukul 13:15 pm, telah terjadi gempa berkekuatan 7.1 Skala Richter, dengan pusat gempa di Tenggara kota Axochiapan, Negara Bagian Morelos, di perbatasan antara negara bagian Morelos dengan Puebla, sekitar 120 km dari Mexico City. Gempa berdampak di setidaknya di lima negara bagian Estado de México, Morelos, Puebla, Guerrero, dan juga Mexico City.

Gempa hari ini bertepatan dengan peringatan 32 tahun gempa di Mexico City pada tanggal 19 September tahun 1985 yang menyebabkan lebih dari 5000 orang meninggal dunia.

Selain kepanikan yang melanda seluruh kota, dilaporkan setidaknya 44 bangunan di Mexico City rubuh termasuk bangunan sekolah.  Dilaporkan pula salah satu jembatan di jalan utama yang menghubungkan Mexico City dan Acapulco rubuh.

Beberapa fasilitas publik seperti bandara, dan jembatan penyeberangan dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, namun secara umum fasilitas transportasi di Mexico City dan sekitarnya dilaporkan masih dalam kondisi yang baik. Pada pukul 16:00 bandara Internasional Mexico City telah beroperasi kembali

Sementara dilaporkan setidaknya 119 orang meninggal dunia, dengan perincian 54 orang di Morelos, dan 26 orang di Puebla, 9 di Estado de Mexico, dan 30 orang di Mexico City. Jumlah korban diperkirakan akan bertambah.

Presiden Enrique Peña Nieto telah menyatakan keadaan darurat nasional, dengan menghidupkan Plan MX, dengan demikian seluruh institusi terkait di Meksiko digerakkan untuk bereaksi terhadap bencana.

Seperti dilansir dari laman kemlu.go.id, Rabu (20/9/2017), saat ini KBRI Mexico City dibuka sebagai tempat penampungan (shelter) dan dapur umum bagi WNI yang memerlukan tempat penampungan sementara.

WNI di Mexico total 282 jiwa, 142 WNI di Mexico City, ada 5 orang di Puebla, 1 di Morelos. Belum ada laporan WNI yang menjadi korban, namun beberapa staf KBRI telah mengungsi ke KBRI karena rumah mereka dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius.

Tidak ada kerusakan signifikan di gedung KBRI maupun Wisma Duta. Beberapa hiasan lemari dan televisi di KBRI dan Wisma  jatuh dan rusak.

KBRI sudah mengeluarkan Citizen Advisory pada pukul 13:41, 19 September 2017. Hotline KBRI +52 55 6298 5506, Landline +52 55 5280 6363.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Awali Tahun 2019 China Lakukan Pendaratan Rover di Bulan BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Banyak dari kita yang ingin mengawali tahun baru dengan sesuatu yang spesi...
Gempa 7,1 SR Guncang Filipina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang kawasan kepulauan di Mindanao, bagian s...
Dunia Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda TEHERAN, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerin...
Pakar Prediksi Tsunami Susulan Terjang Indonesia PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, mempe...
Soal Papua, Indonesia akan Lawan Fitnah Media Australia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Luar Negeri Indonesia akan mengambil langkah yang diperlukan u...
Kanal: Internasional