Loading...

Korban Bertambah Akibat Gempa 7.3SR Mengguncang Irak-Iran

BAGHDAD (TAJUKTIMUR.COM) – Gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter mengguncang wilayah perbatasan Iran dan Irak, Minggu (12/11). Dilaporkan, bencana ini telah menewaskan 140 orang di Iran, dan lebih dari 1.000 orang terluka.

Survei Geologi AS (USGS) menyatakan gempa dahsyat pada hari Minggu melanda dekat Halabjah, tenggara Sulaymaniyah, sebuah kota di wilayah Kurdi semi-otonom di Irak utara. Guncangan gempa dirasakan hingga wilayah Qatar, Turki, Israel dan Kuwait, pukul 21.18 waktu setempat. Sementara episentrum gempa berada pada kedalaman 33,9 km.

Kantor berita Iran ISNA menyatakan setidaknya 61 orang tewas dan 300 lainnya cedera di provinsi Kermanshah di perbatasan Irak. Sebagian besar korban diyakini berada di kota Sarpol-e Zahab.

Media Iran melaporkan tim penyelamat telah ditempatkan di daerah tersebut di tengah kekhawatiran jumlah korban tewas akan meningkat.

Sebelumnya pada Minggu, kepada kantor berita IRNAyang dikelola Iran, Faramarz Akbari, Gubernur kota Qasr-e Shirin Iran, telah mengatakan setidaknya ada dua korban jiwa. Akbari juga memperkirakan kerusakan tidak mungkin besar karena ada pemadaman listrik yang luas.

Sementara tehrantimes.com melaporkan, setelah proses evakuasi, jumlah korban tewas melonjak drastis menjadi 341 jiwa dan mengakibatkan 3.950 orang luka-luka. Gempa terjadi pada Minggu (12/11) pukul 21.48 waktu setempat pada kedalaman 11 km.

Pusat gempa berada di kota Azgeleh, dekat perbatasan antara Iran dan Irak. Namun jumlah korban terbanyak terdapat di kota Sarpol-e Zahab.

Menurut Organisasi Penanggulangan Bencana Nasional, pemadaman listrik telah dilaporkan terjadi di Kermanshah dan sebagian  rumah di beberapa desa yang rusak.

Gempa tersebut terasa di beberapa provinsi. Namun provinsi yang paling parah terkena dampaknya adalah Kermanshah, yang mengumumkan tiga hari masa berkabung.

Dilintasi beberapa garis patahan utama, Iran adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia. Pada tahun 2003, gempa berskala 6,6 SR meratakan kota bersejarah Bam di tenggara Iran. Gempa tersebut menewaskan sekitar 26.000 orang.

Seperti dikutip CNN, Omar Ahmad, Gubernur Sulaimaniya, mengatakan empat orang tewas di Irak timur dan puluhan lainnya cedera di kota Darbandikhan, Irak. Gempa tersebut, yang berpusat di sekitar 350 kilometer sebelah utara Baghdad, dirasakan di seluruh Irak, menurut Survei Geologi AS.

Organisasi Meteorologi Irak mengeluarkan peringatan lewat TV Negara Irak yang mendesak warga agar menjauh dari bangunan dan menahan diri untuk tidak menggunakan lift.

Di Irak, gempa tersebut memicu kepanikan, sehingga warga yang melarikan diri dari rumah mereka ke jalanan. Masjid di Baghdad, ibu kota Irak telah mengumandangkan doa melalui pengeras suara.

(aljazirah/bbc/cnn/and)

Berita Lainnya
Presiden Gelar Pertemuan Bilateral dengan PM Kepulauan Solomon PORT MORESBY, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia dan Kepulauan Solomon adalah dua negara yang memiliki beber...
Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Jokowi mengatakan saat ini, kita menghadapi kondisi ekonomi glo...
Jokowi-Putin Bahas Isu Ekonomi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Indonesia dan Rusia melakukan pertemuan bilateral di Pusat Ko...
Presiden Jokowi Harapkan ASEAN Perkuat Sinergi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menyatakan harapannya agar Perhimpunan Bangsa-Bangs...
DPR Optimis Hubungan Diplomatik Indonesia – Selandia Baru Meningkat Wellington, TAJUKTIMUR.COM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo optimis pertemuan yang telah dilakukan ol...
Kanal: Internasional