Loading...

Mantan Direktur CDC Amerika Dituduh Lakukan Tindakan Asusila

NEW YORK, TAJUKTIMUR.COM – Mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, yang membantu menanggulangi wabah Ebola di Afrika barat tahun 2014, pada Jumat ditangkap dan dituduh melakukan pelecehan seksual sesudah dituduh meraba seorang wanita tahun lalu.

Seorang wanita berusia 55 tahun mengajukan keluhan pada Juli terhadap Thomas Frieden, yang pernah menjabat komisaris kesehatan kota itu, menuduhnya menggerayangi bokongnya pada Oktober lalu di rumah susunnya di Brooklyn, kata wanita juru bicara kepolisian kota New York Arlene Muniz. Nama wanita itu tidak diumumkan.

Frieden, 57 tahun, menyerahkan diri ke kantor polisi Brooklyn, kata Muniz, dan ia ditangkap dengan tuduhan pelecehan seksual dan meraba secara paksa.

Ia muncul di depan hakim Michael Yavinsky di Pengadilan Pidana Kota New York di Brooklyn pada Jumat sore dan menyatakan diri tidak bersalah atas tuduhan itu, kata pengacaranya, Laura Brevetti. Ia dibebaskan dengan pengakuannya, demikian Reuters melaporkan.

Frieden dijadwalkan tampil di pengadilan pada 11 Oktober, kata petugas pengadilan itu. Brevetti, yang dihubungi melalui telepon, menolak memberi tanggapan.

Sejumlah pria terkemuka dalam usaha, hiburan dan media di Amerika Serikat dituduh melakukan pelecehan seksual dalam satu tahun belakangan dalam yang dikenal sebagai gerakan #MeToo.

Sebagai kepala badan kesehatan masyarakat utama di negara itu, Frieden memainkan peran penting dalam membantu menanggapi wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014 dan demam Zika, yang di Brasil dimulai pada 2015. Dia sering muncul di saluran berita kabel menjelaskan prakarsa CDC untuk memberantas wabah tersebut.

Sebagai komisaris kesehatan New York sejak 2002 hingga 2009, ia mengawasi upaya melarang merokok di tempat umum. Pada 2009, Presiden Barack Obama menunjuknya menjadi pemimpin CDC. Ia turun pada 2017.

Sesudah itu, Frieden menjadi ketua Upaya Menyelamatkan Kehidupan, usaha badan kesehatan nirlaba Vital Strategies untuk meningkatkan pranata kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

Dermawan Bloomberg, Prakarsa Chan Zuckerberg dan Yayasan Bill & Melinda Gates mendanai kegiatan tersebut.

Prakarsa Chan Zuckerberg, badan amal kelolaan pendiri bersama Facebook Mark Zuckerberg dan istrinya, Priscilla Chan, dalam pernyataan mengatakan bahwa badan itu terganggu dan sedih dengan tuduhan tersebut.

“Di Prakarsa Chan Zuckerberg, kami menanggapi sungguh-sungguh setiap tuduhan kesalahan pribadi dan memantau keadaan dengan saksama,” kata pernyataan itu.

Yayasan Bill & Melinda Gates juga menyatakan memandang sungguh-sungguh tuduhan pelanggaran seksual tersebut.

Berita Lainnya
Awali Tahun 2019 China Lakukan Pendaratan Rover di Bulan BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Banyak dari kita yang ingin mengawali tahun baru dengan sesuatu yang spesi...
Gempa 7,1 SR Guncang Filipina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang kawasan kepulauan di Mindanao, bagian s...
Dunia Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda TEHERAN, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerin...
Pakar Prediksi Tsunami Susulan Terjang Indonesia PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, mempe...
Soal Papua, Indonesia akan Lawan Fitnah Media Australia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Luar Negeri Indonesia akan mengambil langkah yang diperlukan u...
Kanal: Internasional