Loading...

Mulai November, Thailand Keluarkan Larangan Merokok di Pantai

BANGKOK (TAJUKTIMUR.COM) – Pemerintah Thailand akan memberlakukan larangan merokok mulai bulan depan di beberapa pantai terkenal di negeri itu. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya tumpukan puntung rokok yang terhampar di sepanjang bibir pantai.

Misalnya di pantai Patong, Phuket, – yang dikunjungi oleh jutaan turis asing setiap tahunnya, ditemukan ratusan ribu lebih puntung rokok pada jarak 2,5 kilometer.

Masalah ini menjadi perhatian serius setelah survei yang dilakukan oleh Kementerian Sumber Daya Kelautan dan Pesisir negara itu. Kementerian menyebut ratusan ribu puntung rokok tersebut telah menyumbang sepertiga dari sampah yag berserakan di pantai.

“Rokok memiliki efek langsung terhadap lingkungan alam,” kata Direktur Jenderal Jatuporn Buruspat seperti dilaporkan Phuket Gazette.

Dia menjelaskan, puntung rokok menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran air yang berakibat banjir. Bila rokok tetap berada di bawah pasir pantai dalam jangka waktu yang lama, maka akan berdampak negatif juga pada ekosistem.

“Lalu saat bahan kimia dari puntung rokok mencapai air, ia akan melepaskan kadmium, timbal, arsenik dan beberapa asam dari insektisida yang merupakan racun pada rantai makanan alami,” ujarnya, seperti dikutip dari Strait Times, Kamis (12/10).

Larangan merokok akan berlaku mulai November 2017 meliputi 20 pantai diantaranya Patong, Koh Khai Nok, Koh Khai Nai (Phuket); Hua Hin, Cha-Am, Khao Takiab (provinsi barat Prachuap Khiri Khan); Pattaya, Jomtien, Bangsaen (provinsi timur Chonburi) dan Samila (kota Songkhla).

Para turis atau siapapun yang melanggar aturan ini akan dikenai hukuman satu tahun penjara atau denda maksimal 100 ribu baht (sekira Rp40,7 juta).

Namun, negeri Gajah Putih itu akan melakukan masa percobaan atau sosialisasi lebih dulu sebelum menerapkan larangan tersebut di sejumlah pantai di Thailand. Termasuk melakukan sosialisasi kepada kapal-kapal yang mengangkut penumpang dan turis karena limbah puntung rokok juga merusak lingkungan bawah laut.

Bangkok Post juga melaporkan soal larangan ini sambil menambahkan jika pantai di Thailand merupakan wilayah perairan keenam di dunia yang paling banyak dipenuhi sampah.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik YAMAN, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman --negara yang digu...
Perempuan Gaza berpawai bagi Pembebasan Perempuan yang dipenjarakan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza...
Ratusan orang di Barcelona protes kunjungan Raja Spanyol BARCELONA, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan orang turun ke jalan di Barcelona pada Minggu (24/2) untuk menen...
PBB peringatkan Mesir soal eksekusi hukuman mati JENEWA, TAJUKTIMUR.COM - Badan hak asasi manusia PBB pada Jumat menyatakan keprihatinan tentang ekse...
Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan rezim Assad IDLIB, TAJUKTIMUR.COM - Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad yang di...
Kanal: Internasional