Loading...

Muslim Rohingya Miliki Kartu Identitas dari Bangladesh

KUTAPALONG (TAJUKTIMUR.COM) – Mohammad Saleem tampak bahagia. Senyum terukir, mengusir kelelahan di wajahnya. Tangannya mengangkat kartu tanda pengenal dengan pelindung plastik, yang ia kalungkan di leher.

Saleem pantas bahagia. Selama 30 tahun hidupnya, belum sekali pun ia memiliki kartu tanda pengenal. Padahal ia lahir dan besar di Myanmar. Namun negara tidak mengakuinya sebagai warga.

Di pengungsian Kutapalong di Bangladesh, pria muslim etnis Rohingya ini akhirnya mendapatkan tanda pengenal dari pemerintah Bangladesh. Dalam kartu tanda pengenal yang dilengkapi foto diri itu, tertulis kalimat “Kebangsaan Myanmar”. Keterangan lain di kartu ini mencantumkan Departemen Imigrasi dan Pabean Bangladesh sebagai pihak yang mengeluarkan kartu.

Saleem mengaku sangat bersyukur mendapatkan pengakuan atas keberadaannya, walau kini ia tersingkir dari negaranya sendiri. Sedemikian senangnya, sampai-sampai kartu tanda pengenal milik istri dan anaknya ia kalungkan di leher. “Saya takut kartu ini hilang karena sangat berharga,” katanya.

Saleem dan keluarganya tidak sendirian. Mereka adalah bagian dari 500.000 pengungsi Rohingya yang kini memenuhi tenda-tenda pengungsian di sejumlah wilayah di Bangladesh.

Pemerintah Bangladesh melakukan pendataan dan membekali setiap pengungsi, tua dan muda, dengan kartu identitas. Pada kartu itu tercantum nama, usia, dan tempat lahir. Petugas imigrasi Bangladesh kemudian memotret setiap pengungsi dan menempelkan fotonya pada kartu.

Muslim dari etnis Rohingya sudah lama hidup dalam penindasan dan menerima perlakuan yang melanggar HAM dari militer dan negara. Meski mereka sudah menghuni wilayah Myanmar sejak puluhan tahun lalu, pemerintah menghapus status kewarganegaraan mereka pada 1982. Perlakuan keji ini membuat muslim Rohingya hidup tanpa kewarganegaraan dan mendapat intimidasi, penyiksaan, dan pembunuhan.

Baca Berita Berbahasa Inggrisnya: Rohingya refugee receives 1st ID card

(and/ttcom)

Berita Lainnya
UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik YAMAN, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman --negara yang digu...
Perempuan Gaza berpawai bagi Pembebasan Perempuan yang dipenjarakan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza...
Ratusan orang di Barcelona protes kunjungan Raja Spanyol BARCELONA, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan orang turun ke jalan di Barcelona pada Minggu (24/2) untuk menen...
PBB peringatkan Mesir soal eksekusi hukuman mati JENEWA, TAJUKTIMUR.COM - Badan hak asasi manusia PBB pada Jumat menyatakan keprihatinan tentang ekse...
Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan rezim Assad IDLIB, TAJUKTIMUR.COM - Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad yang di...
Kanal: Internasional