Loading...

Muslim Rohingya Rayakan Idul Adha

COX’S BAZAR, TAJUKTIMUR.COM – Hampir satu juta Muslim Rohingya merayakan Hari Raya Idul Adha di posko pengungsian terbesar di dunia di Kutupalong, Cox’s Bazar, Bangladesh, Rabu (22/8). Mereka sudah hampir satu tahun mengungsi sejak penumpasan secara brutal oleh militer.

Dilansir di The Straits Times, Kamis (23/8), para pengungsi melakukan shalat Id di masjid-masjid darurat di Bangladesh bagian selatan. Mereka juga menyembelih sapi-sapi di ladang berlumpur yang luas di seberang tenda-tenda pengungsian.

Di Kutupalong, sebuah permukiman bukit raksasa yang dipenuhi ratusan ribu pengungsi, seorang muazin memanggil umat beriman untuk shalat. Suara azan berkumandang ketika anak-anak bermain di bianglala kayu dan berlari di lorong-lorong kotor dengan pakaian baru di hari yang istimewa bagi umat Islam.

Bagi sebagian besar pengungsi, Idul Adha tahun ini merupakan yang pertama setelah pengusiran keras dari Myanmar barat setahun lalu. Militer Myanmar, yang didukung oleh milisi Buddha bersenjata, mulai menyapu desa-desa penduduk Rohingya pada Agustus tahun lalu, hanya beberapa hari sebelum perayaan Idul Adha berlangsung.

Salah satu Muslim Rohingnya, Sayed Hussain (19 tahun) mengaku telah menghabiskan Idul Adha tahun lalu dengan bersembunyi di perbukitan negara bagian Rakhine setelah melarikan diri dari serangan di desanya. “Kami tidak bisa mengorbankan sapi di sana. Kami tidak punya makanan untuk dimakan. Di Bangladesh, kami bisa menyembelih sapi. Puji syukur kepada Allah,” ungkapnya.

Selain itu, Mohammad Jasim (16), seorang pengungsi yang lahir dan dibesarkan di Kutupalong mengatakan bersyukur keluarganya di Myanmar melarikan diri dari kekerasan tahun lalu untuk bergabung dengan keluarganya di Bangladesh.

“Semua keluargaku ada di sini, jadi kita bersenang-senang,” ujarnya.

Masuknya pengungsi memberikan keuntungan bagi pedagang ternak di Bangladesh seperti Aktar Hussain. Ia dan pedagang lainnya terlihat menghitung sejumlah uang tunai di pasar ternak yang ramai di dekat posko pengungsian. “Ini adalah tahun terbaik saya. Tahun lalu, saya menjual 15 ekor sapi pada Idul Adha. Tahun ini, saya sudah menjual 50,” katanya.

Berita Lainnya
Dua Nelayan Indonesia Diculik di Perairan Semporna SABAH, TAJUKTIMUR.COM - Dua nelayan Indonesia diyakini telah diculik dari Pulau Gaya, Perairan Semporna, Sabah, Malaysia, Selasa dini hari. Media s...
Presiden Jokowi Terima Sambutan Resmi Presiden Korsel Moon Jae-in SEOUL, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri acara sambutan resmi yang dilakukan oleh Pre...
Wew, Seperempat Pengguna di AS Hapus Akun Facebook WASHINGTON, TAJUKTIMUR.COM -- Lebih dari seperempat (26 persen) pengguna Facebook di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menghapus aplikasi ...
AS Tawarkan Pembentukan Konfederasi Palestina-Yordania RAMALLAH, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan tim negosiasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menawarinya sebu...
Tentara Israel Tembaki Demonstran Palestina GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Tentara Israel menembakkan peluru tajam ke arah para pengunjuk rasa Palestina, melukai 52 orang pada Jumat ke 23 protes anti-ke...
Kanal: Internasional