Loading...

Najib Razak Persoalkan Rekening Keluarganya Diblokir

KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM — Mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak mempersoalkan ketidakadilan dan layanan yang diterimanya, termasuk pembekuan rekening pribadi dan keluarganya.

“Seperti Anda, saya adalah warga negara biasa dari bangsa ini, yang tunduk pada praduga tertentu dari hukum, asas praduga tidak bersalah, jaminan jalan untuk keadilan dan hak atas pengadilan adil,” demikian komentar Najib melalui akun media sosial Facebook dan Twitter pribadinya di Kualalumpur, Rabu.

Ia pun mengeluhkan posisinya yang sempat ditahan pada Selasa pekan lalu dan dituntut pada Rabu, namun dibebaskan pada hari sama dengan jaminan senilai sejuta Ringgit Malaysia (RM), setara dengan Rp3.6 miliar, dibayarkan dalam dua kali angsuran.

“Dua anakku mendukungku dan memenuhi perintah pengadilan. Pada Senin, berkat dukungan besar dari keluarga, teman dan pendukung, saya memenuhi ketentuan jaminan, yang ditetapkan pengadilan terhormat,” catat Najib.

Ia mengemukakan bahwa banyak yang menyadari semua rekening bank anak-anak dan cucunya dibekukan tanpa pemberitahuan, segera setelah pembayaran pertama jaminan diposkan pada Rabu.

“Mengapa anak-anak saya harus diperlakukan seperti itu ketika mereka bukan pihak dalam transaksi apa pun dan tidak pernah menerima kontrak atau berbisnis dengan pemerintah,” catatnya.

Najib mengungkapkan pula bahwa rekening bank pribadinya, yang dipertahankan bertahun-tahun, juga dibekukan pada Minggu lalu.

“Rekening bank ini tidak memiliki transaksi lain karena hanya digunakan untuk menerima gaji saya sebagai anggota parlemen dan pensiun saya sebagai Menteri Besar Pahang dari dasawarsa saya melayani pemerintah di tingkat negara bagian dan federal,” ungkapnya.

Dia menyatakan rekening pribadi itu tidak ada hubungannya dengan politik dan tidak ada hubungannya dengan hal berkaitan dengan penyelidikan pihak berwenang.

“Saya baru menyadari akun saya dibekukan ketika cek pribadi saya dikeluarkan untuk pembayaran perawatan kesehatan anak saya ditolak,” Najib menjelaskan.

Berita Lainnya
Wan Azizah Wan Ismail Lepas Misi Kemanusiaan ke Palu KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Perdana Menteri Malaysia yang juga Menteri Wanita Keluarga dan Pembangunan Masyarakat, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, melepas m...
China Mulai Kembangkan Truk Berbahan Bakar Hidrogen SHANGHAI, TAJUKTIMUR.COM - Para perusahaan energi di China bermitra dengan produsen mesin terkemuka untuk bersama-sama mengembangkan truk berbahan bakar hidrogen. Sebu...
Euromonitor: Jakarta akan menjadi Kota Terpadat Tahun 2030 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Euromonitor International dalam surveinya memaparkan bahwa Tokyo akan kehilangan 'mahkota' sebagai kota paling padat di dunia pada 2030. Mahkota...
Ismail dan Fatimah Nama Paling Popular di Malaysia KUALA LUMPUR, TAJUKTIMUR.COM - Putri Aura Nurr Ermily Amara Auliya Bidadari Nawal El Zendra binti Mohd Suffian adalah nama terpanjang di Malaysia dalam catatan Departemen...
Diamankan Pihak Imigrasi, Pramugari Indonesia Bawa 2.000 Rokok ke Australia PERTH, TAJUKTIMUR.COM - Seorang pramugari Indonesia diamankan pihak imigrasi Australia sebab kedapatan membawa 10 karton rokok yang berisi 2.000 batang. Perempuan berusia...
Kanal: Internasional