Loading...

Perkuat Perdagangan Kedua Pihak, Indonesia dan Turki Kerja Sama

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul akan bekerja sama dengan World Trade Center (WTC) untuk memperkuat komitmen kerja sama perdagangan kedua pihak.

Konjen RI Herry Sudradjat dalam keterangan, Sabtu menyebutkan bahwa Indonesia dan Turki sebenarnya sudah lama saling mengenal. Namun, masih perlu upaya lebih untuk mendekatkan pelaku usaha kedua negara tersebut.

“Hal ini penting untuk menciptakan peluang kerja sama bisnis,” ujar Herry yang pernyataannya dirilis Kementerian Luar Negeri.

Dia menekankan bahwa nilai perdagangan investasi dan pariwisata Indonesia dengan Turki hingga saat ini belum mencerminkan potensi kedua negara. Oleh karena itu, masih terdapat peluang sangat besar bagi pebisnis kedua negara untuk meningkatkan kerja sama bisnis berbagai produk dan sektor.

Dalam pertemuan tersebut kedua pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan promosi peningkatan kerja sama ekonomi. Konjen RI menyambut baik tawaran fasilitasi kegiatan ‘Indonesian Country Day’ oleh WTC.

Dalam forum yang akan dihadiri pelaku usaha Turki tersebut, menurut dia, KJRI akan dapat memberikan update perekonomian Indonesia serta berbagai peluang kerjasama perdagangan investasi dan pariwisata.

WTC Istanbul juga menyampaikan kesiapannya mengatur pengiriman misi dagang Turki ke Indonesia serta penyelenggaraan forum bisnis B- to-B. WTC Istanbul juga telah beberapa kali melakukan pengiriman misi dagang ke berbagai negara.

Kesepakatan kerjasama KJRI dengan WTC Istanbul merupakan langkah strategis dalam mendorong lebih banyak pebisnis Turki untuk berkiprah di Indonesia.

“Bangsa Turki dan Indonesia sudah memiliki feeling satu sama lain,” ujar Direktur Jenderal WTC Istanbul Rüştü Argit.

WTC Istanbul adalah organisasi bisnis yang salah satu tujuannya memajukan hubungan ekonomi luar negeri Turki. Institusi tersebut memiliki kepentingan menjalin kerja sama dengan Indonesia setelah mempelajari kapasitas ekonomi Indonesia yang besar dan prospektif.

Untuk mendukung upayanya tersebut, Argit menambahkan, WTC Istanbul akan memanfaatkan jaringan bisnisnya yang kuat dengan WTC di berbagai negara termasuk Indonesia serta dengan pelaku usaha setempat.

Perdagangan RI-Turki hingga saat ini belum pernah melampaui USD2 miliar. Angka tersebut masih jauh di bawah target USD10 miliar untuk tahun 2023 yang pernah ditetapkan kedua kepala negara.

Nilai investasi Turki periode 2010-2017 baru mencapai sekitar USD106 juta. Sementara investasi Indonesia di Turki baru ditandai dengan kehadiran PT Indofood yang memproduksi mie instan.

Di sektor pariwisata tercatat arus kunjungan wisatawan Indonesia ke Turki sekitar 70 ribu dan sekitar 17 ribu warga negara Turki yang berkunjung ke Indonesia.

(as)

Berita Lainnya
PWI dan ACJA Sepakati Kerjasama Belt and Road Initiative dan Poros Maritim Dunia BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Hal paling esensial yang harus dimiliki setiap wartawan dalam melaksanakan tugas kewartawanannya adalah itikad baik. Mengand...
Terlalu Agresif, China Tahan Laju Kendaraan Listrik BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - China akan mengambil tindakan guna menahan laju pertumbuhan kendaraan listrik yang begitu pesat, menurut juru bicara lembaga...
Sebagai Utusan Badan Pengungsi PBB, Angelina Jolie Kunjungi Mosul IRAK, TAJUKTIMUR.COM -- Utusan khusus badan pengungsi PBB (UNHCR) Angelina Jolie mengunjungi kota terbesar kedua Irak, Mosul, pada Sabtu seraya menyer...
Spanyol Selamatkan 933 Migran di Laut Mediterania MADRID, TAJUKTIMUR.COM -- Penjaga pantai Spanyol menyelamatkan 933 orang migran dan menemukan empat mayat di laut Mediterania pada Jumat dan Sabtu sem...
Serangan Udara Israel Lukai Dua Warga Palestina YERUSALEM, TAJUKTIMUR.COM -- Setidaknya dua warga Palestina terluka setelah pesawat udara tak berawak Israel (UAV) melakukan serangan udara di Gaza, k...
Kanal: Internasional