Loading...

Pertama Kalinya, Saudi akan Gelar ‘Arab Fashion Week’ 2018

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Untuk pertama kalinya, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah pada gelaran Arab Fashion Week yang akan berlangsung Maret 2018. Dewan Fesyen Arab (Arab Fashion Council/AFC) mengumumkan hal tersebut belum lama ini, menyusul dihapuskannya peraturan yang mewajibkan perempuan Arab untuk memakai abaya.

Pekan mode itu akan diselenggarakan di Riyadh dari tanggal 26 Maret hingga 31 Maret, dengan edisi kedua yang telah dijadwalkan pada bulan Oktober mendatang.

Arab Fashion Week akan berlangsung di Pusat Apex Riyadh yang ramah lingkungan, sebuah gedung berbentuk seperti sarang lebah putih yang dirancang oleh arsitek Irak-Inggris Zaha Hadid.

Sebelumnya, Dewan Fesyen Arab baru saja membuka kantor regional di Riyadh pada Desember 2017 dan menunjuk Putri Saudi Noura Bint Faisal Al Saud sebagai presiden kehormatan.

“Pekan Raya Mode Arab pertama di Riyadh akan lebih dari sekedar acara kelas dunia, ini adalah katalisator yang kami percaya bahwa sektor mode akan memimpin sektor ekonomi lainnya seperti pariwisata, perhotelan, perjalanan, dan perdagangan,” kata Putri Noura dalam sebuah pernyataan di laman arabfashioncouncil.

Meski demikian, batasan pakaian yang akan dipamerkan di pagelaran busana tersebut belum jelas terungkap apakah terbatas pada desain sederhana sesuai dengan larangan berpakaian ketat yang berlaku di Arab Saudi.

Terdaftar sebagai pekan mode internasional bersama Paris dan Milan, festival fesyen Arab yang rencananya dihelat dua kali setahun ini menawarkan secara eksklusif sejumlah koleksi dan pra koleksi menarik.

Di masa lalu, gelaran busana Arab selalu diselenggarakan secara eksklusif di Dubai. Sebagai organisasi nirlaba terbesar di dunia, Arab Fashion Council telah berdiri sejak tahun 2014 di London, Inggris, dengan lisensi dari Otoritas Perdamaian Internasional untuk mengembangkan dan mengatur industri fesyen di 22 Negara Arab.

Negara kerajaan itu tengah menjadi sorotan dunia dengan sejumlah kebijakan moderatnya terutama untuk perempuan. Seperti membolehkan perempuan menyetir mobil dan memasuki stadion olahraga.

(fr)

Berita Lainnya
UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik YAMAN, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman --negara yang digu...
Perempuan Gaza berpawai bagi Pembebasan Perempuan yang dipenjarakan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza...
Ratusan orang di Barcelona protes kunjungan Raja Spanyol BARCELONA, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan orang turun ke jalan di Barcelona pada Minggu (24/2) untuk menen...
PBB peringatkan Mesir soal eksekusi hukuman mati JENEWA, TAJUKTIMUR.COM - Badan hak asasi manusia PBB pada Jumat menyatakan keprihatinan tentang ekse...
Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan rezim Assad IDLIB, TAJUKTIMUR.COM - Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad yang di...
Kanal: Internasional