Loading...

Sejak 2015, China Blokir 13 Ribu Website Ilegal

BEIJING (TAJUKTIMUR.COM) — Pemerintah Tiongkok menutup atau mencabut lisensi lebih dari 13.000 laman ilegal sejak 2015 sebagaimana laporan media resmi setempat.

Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Nasional Rakyat Cina (NPC) Wang Shengjun mengungkapkan hal itu saat dengar pendapat mengenai mekanisme proteksi dunia maya di Beijing, Minggu.

Beberapa pihak berwenang, termasuk Lembaga Siber Cina (CAC), juga memintai keterangan terhadap 2.200 operator laman selama 2015.

Selain itu, sejumlah operator juga menutup hampir 10 juta akun internet karena menyalahgunakan layanan dan menghapus informasi mengenai terorisme dan pornografi.

“Kebijakan tersebut ternyata sangat kuat dalam memberikan dampak jera,” kata Wang sebagaimana dikutip Kantor Berita Xinhua.

Laporan tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan dalam rapat bulanan pimpinan legislatif yang akan berlangsung hingga pekan depan.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Jokowi mengatakan saat ini, kita menghadapi kondisi ekonomi glo...
Jokowi-Putin Bahas Isu Ekonomi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Indonesia dan Rusia melakukan pertemuan bilateral di Pusat Ko...
Presiden Jokowi Harapkan ASEAN Perkuat Sinergi SINGAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menyatakan harapannya agar Perhimpunan Bangsa-Bangs...
DPR Optimis Hubungan Diplomatik Indonesia – Selandia Baru Meningkat Wellington, TAJUKTIMUR.COM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo optimis pertemuan yang telah dilakukan ol...
Dubes Saudi Bantah Adanya Pelarangan Haji Palestina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuai...
Kanal: Internasional