Loading...

Soal Papua, Indonesia akan Lawan Fitnah Media Australia

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Kementerian Luar Negeri Indonesia akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melawan media Australia The Saturday Paper, yang dinilai telah membuat laporan yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan soal Nduga, Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Twitter resmi Kemlu RI, Minggu (23/12), yang memuat bantahan kepada The Saturday Paper. Media daring dan cetak Australia itu menuduh pemerintah Indonesia menggunakan senjata kimia dalam operasi pengamanan di Nduga, Papua.

Tuduhan yang dilempar media tersebut tidak berdasar sama sekali, tidak faktual dan sangat menyesatkan, tegas Kemlu RI dalam pernyataannya, yang berisi delapan butir, atas artikel yang diterbitkan The Saturday Paper pada Sabtu (22/12).

Kemlu menyatakan sangat menyesalkan praktik peliputan media Australia itu, yang dianggapnya tidak bertanggung jawab. Kementerian menyanggahnya dengan menekankan fakta-fakta kebijakan yang dianut Indonesia terkait penggunaan bahan kimia sesuai dengan aturan Organisasi Anti Senjata Kimia (OPCW).

Kemlu menyatakan bahwa, sebagai anggota OPCW yang patuh, Indonesia tidak memiliki satu pun bahan kimia yang terdaftar pada Bagan 1 Konvensi Senjata Kimia.

Sesuai aturan tersebut, Indonesia juga mengimpor, menggunakan dan menyimpan bahan kimia pada Bagan 2 dan 3 dari konvensi itu dengan sangat ketat, hanya untuk tujuan yang bersifat damai guna mendukung industri nasional dan telah dikonfirmasi OPCW melalui sedikitnya 19 kali inspeksi sejak 2004.

Terkait pelibatan komponen militer dalam operasi pengamanan di Papua, Kemlu menyampaikan bahwa sebagian besar berupa aset air rotary wing, sangat dibatasi untuk bantuan bagi aparat penegak hukum dan bukan penempatan pasukan militer untuk sebuah operasi, seperti yang dinyatakan The Saturday Paper.

Laporan media Australia tersebut juga dinilai menyesatkan karena mengecilkan urgensi masalah yang sebenarnya terjadi di Nduga, yakni bahwa telah terjadi pembunuhan 19 warga sipil tidak bersalah yang dilakukan kelompok separatis bersenjata pada 2 Desember 2018.

Warga sipil yang dibunuh tersebut merupakan pekerja konstruksi yang bertugas membangun ruas jalan Trans-Papua, yang merupakan salah satu upaya nasional untuk meningkatkan kesejahteraan semua Warga Negara Indonesia di Papua.

The Saturday Paper mempublikasikan artikel berjudul “Exclusive: Chemical weapons dropped on Papua” (“Eksklusif: Senjata kimia dijatuhkan di Papua”) pada edisi nomor 236 bertanggal 22 Desember 2018-25 Januari 2019. Artikel itu foto tanpa keterangan rinci soal waktu serta kredit hanya berupa tulisan “supplied” tanpa nama.

Berita Lainnya
Awali Tahun 2019 China Lakukan Pendaratan Rover di Bulan BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Banyak dari kita yang ingin mengawali tahun baru dengan sesuatu yang spesi...
Gempa 7,1 SR Guncang Filipina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang kawasan kepulauan di Mindanao, bagian s...
Dunia Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda TEHERAN, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerin...
Pakar Prediksi Tsunami Susulan Terjang Indonesia PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, mempe...
Australia Akui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel SYDNEY, TAJUKTIMUR.COM - Australia secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Ke...
Kanal: Internasional