Loading...

Tentang AS, Inggris Dukung Resolusi DK PBB Soal Yerusalem

LONDON (TAJUKTIMUR.COM) — Inggris mendukung resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang dirancang Mesir mengenai status Jerusalem, kata seorang utusan Inggris untuk PBB pada Senin (18/12).

“Inggris akan memberi suara yang mendukung teks Mesir mengenai Jerusalem sebab itu sejalan dengan posisi lama kami mengenai Jerusalem. Itu sejalan dengan resolusi terdahulu Dewan Keamanan PBB,” kata Matthew Rycroft, Duta Besar Inggris untuk PBB, kepada wartawan.

Rycroft mengatakan negaranya percaya Jerusalem adalah masalah status akhir dan Jerusalem mesti menjadi ibu kota bersama buat Israel dan dan Palestina.

Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember mengumumkan ia secara resmi mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan menyulut kecaman di dunia dan kerusuhan di Wilayah Timur Tengah.

Ketika berbicara mengenai kemungkinan veto dari AS mengenai rancangan resolusi, Rycroft mengatakan Amerika Serikat dapat terus memainkan peran penting dalam proses perdamaian Timur Tengah. Ia menyampaikan harapan bahwa pemerintah Trump akan mengajukan usul terperinci untuk memajukan proses.

Ia menyeru para pemimpin politik untuk mendorong setiap orang agar menahan diri dari kerusuhan. “Hanya dalam suasana damai lah peluang perdamaian akan dimaksimalkan,” katanya.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Film Dokumenter Gaza Raih Penghargaan Film di Spanyol BETHLEHEM, TAJUKTIMUR.COM - Film dokumenter Gaza berhasil meraih penghargaan Premios Goya Award di S...
Awali Tahun 2019 China Lakukan Pendaratan Rover di Bulan BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Banyak dari kita yang ingin mengawali tahun baru dengan sesuatu yang spesi...
Gempa 7,1 SR Guncang Filipina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang kawasan kepulauan di Mindanao, bagian s...
Dunia Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda TEHERAN, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerin...
Pakar Prediksi Tsunami Susulan Terjang Indonesia PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, mempe...
Kanal: Internasional