Loading...

Tentara Israel Kembali Menembaki 40 Warga Palestina

RAMALLAH (TAJUKTIMUR.COM) – Tentara Israel menembak dan melukai lebih dari 40 warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki pada Jumat, kata pejabat medis.

Mereka melakukan demonstrasi atas pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang telah memasuki minggu kedua.

Di dekat kota Palestina Ramallah di Tepi Barat, pasukan polisi Israel mengatakan mereka menembak seorang pria setelah dia menikam dan menyakiti salah satu anggota unit mereka.

Fotografer Reuters yang melihat seorang Palestina yang terluka jatuh mengatakan bahwa dia memegang pisau kecil dan memakai apa yang tampak seperti sabuk bom Pejabat medis mengatakan tiga lagi orang Palestina ditembak dan terluka di Tepi Barat. Sebanyak 38 lainnya terluka di lokasi kejadian di perbatasan Jalur Gaza, dimana kelompok Hamas yang dominan menyerukan pemberontakan melawan Israel sebagai protes terhadap keputusan Trump keputusan pada 6 Desember.

Militer Israel mengatakan bahwa sekitar 2.500 orang Palestina turut ambil bagian dalam kerusuhan di Tepi Barat, membakar ban, dan melemparkan bom api dan batu ke tentara dan polisi perbatasan.

Pasukan mengambil tindakan untuk membubarkan kerusuhan tersebut, katanya dalam sebuah pernyataan.

Pemandangan serupa terjadi di sepanjang perbatasan Jalur Gaza, dimana sekitar 3.500 orang Palestina berdemonstrasi.

“Selama aksi kekerasan tentara IDF menembak secara selektif ke arah penghasut utama, “kata militer.

Gaza juga menjadi saksi peluncuran roket hampir setiap malam ke arah Israel oleh militan Palestina, yang tidak menyebabkan korban. Sebuah serangan balasan Israel di Gaza membunuh dua orang bersenjata Hamas.

Pengumuman Trump, membalikkan kebijakan A.S yang telah berlangsung beberapa dasawarsa yang mana memperlakukan status Yerusalem sebagai masalah bagi negosiasi Israel-Palestina. Pengumuman itu memicy kemarahan di dunia Arab dan Muslim dan keprihatinan di antara sekutu Eropa Washington.

Yerusalem suci bagi orang Yahudi, Muslim dan Kristen.

Israel merebut Yerusalem Timur dari pasukan Arab pada tahun 1967 pada Perang Timur Tengah dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak diakui internasional.

Warga Palestina berharap bahwa sebagian kota akan menjadi ibu kota negara merdeka masa depan dan pemimpin Palestina mengatakan bahwa langkah Trump adalah pukulan serius bagi proses perdamaian yang telah berlangsung lama namun hampir mati Wakil Presiden A.S. Mike Pence dijadwalkan mengunjungi Israel, serta Mesir, minggu depan.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Film Dokumenter Gaza Raih Penghargaan Film di Spanyol BETHLEHEM, TAJUKTIMUR.COM - Film dokumenter Gaza berhasil meraih penghargaan Premios Goya Award di S...
Awali Tahun 2019 China Lakukan Pendaratan Rover di Bulan BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Banyak dari kita yang ingin mengawali tahun baru dengan sesuatu yang spesi...
Gempa 7,1 SR Guncang Filipina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang kawasan kepulauan di Mindanao, bagian s...
Dunia Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda TEHERAN, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerin...
Pakar Prediksi Tsunami Susulan Terjang Indonesia PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, mempe...
Kanal: Internasional