Loading...

Viral di Sosial Media, “Bocah Es” Kini Tak Membeku Lagi

YUNNAN (TAJUKTIMUR.COM) – Foto seorang anak laki-laki yang tiba di sekolah dengan rambut penuh embun beku dan tangan tampak bengkak akibat dingin menjadi viral pada Senin (8/1).

Dikutip dari Xinhua, siswa berusia sepuluh tahun, Wang Manfu, masuk ke kelas seperti biasa, tak menyadari penampilannya yang mengejutkan. Seorang guru mengambil fotonya, yang kemudian diunggah ke media sosial pada Senin (8/1) dan dengan cepat menjadi viral.

Mengenakan jaket tipis sembari menggendong tas sekolah yang sudah usang, bocah laki-laki tersebut menerjang suhu di bawah nol derajat untuk berjalan selama satu jam dari desanya ke Sekolah Dasar Zhuanshanbao di Kabupaten Ludian, Provinsi Yunnan, menurut Fu Heng, kepala sekolah yang mengunggah foto Wang beserta gambar tangan siswa yang terlihat bengkak dan membeku.

Fu mengatakan bahwa ruang kelasnya tidak memiliki alat pemanas karena kurangnya dana.

“Untuk menyediakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, kami telah berusaha memperbaiki kondisi bangunan kelas, taman bermain dan aula makan sejak tahun 2013, namun kami tetap tidak dapat memenuhi akomodasi untuk para siswa,” tutur Fu.

Setelah melihat foto “Bocah Es”, sebuah kampanye penggalangan dana yang diselenggarakan oleh organisasi pemuda dan relawan di Yunnan berhasil mengumpulkan uang senilai 100.000 yuan (sekira Rp205 juta) untuk sekolah tersebut pada Rabu (10/1). Setiap siswa diberi 500 yuan (setara Rp1 juta) yang digunakan untuk menjaga mereka tetap hangat di musim dingin ini. Donasi lain senilai 300.000 yuan (sekira Rp615 juta) terkumpul pada Kamis (11/1) sore.

Dilansir dari website pemerintah setempat, Kota Zhaotong, saat ini memiliki 1,13 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan, termasuk di antaranya 138.700 siswa sekolah dasar. Hal ini menjadi tantangan besar bagi upaya pemberantasan kemiskinan nasional Tiongkok.

Orang tua Manfu merupakan pekerja imigran, dan anak laki-laki, yang tinggal dengan kakek-neneknya, adalah salah satu dari 17,2 juta anak yang ditinggal oleh orang tua mereka untuk bekerja di kota di seluruh Tiongkok. Menurut Fu, mayoritas dari 167 siswa di sekolah tersebut adalah anak-anak seperti Manfu.

Kampanye nasional pengentasan kemiskinan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Di Kabupaten Ludian, sejumlah jalan raya akan segera rampung, yang akan meningkatkan aksesibilitas warga. Sementara itu, rumah baru keluarga Manfu dibangun dengan bantuan kantor bantuan kemiskinan lokal.

“Saya suka sekolah dan saya ingin diterima di universitas di Beijing,” katanManfu saat ditanya mengenai impiannya.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik YAMAN, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman --negara yang digu...
Perempuan Gaza berpawai bagi Pembebasan Perempuan yang dipenjarakan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza...
Ratusan orang di Barcelona protes kunjungan Raja Spanyol BARCELONA, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan orang turun ke jalan di Barcelona pada Minggu (24/2) untuk menen...
PBB peringatkan Mesir soal eksekusi hukuman mati JENEWA, TAJUKTIMUR.COM - Badan hak asasi manusia PBB pada Jumat menyatakan keprihatinan tentang ekse...
Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan rezim Assad IDLIB, TAJUKTIMUR.COM - Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad yang di...
Kanal: Internasional