Loading...

Powerfull dalam Politik Memberikan Kontribusi Positif

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Anggota Komisi X DPR RI yang juga Ketua Bidang Humas DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amaliah, M.Psi menggelar pertemuan bersama para pengurus dan kader PKS di Jayapura, Papua, Ahad (30/7/2019).  Ledia berkesempatan memberikan paparan terkait dengan politik merupakan salah satu sarana dalam berdakwah.

“Saya ingin memberi gambaran bahwa ketika kita berbicara masalah politik, sesungguhnya ia tidak bisa kita lepaskan dari konteks dakwah. Bagi kita, politik adalah bagian dari kerja keras kita untuk mensyiarkan agama, kerja keras kita untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan di muka bumi,” ungkap Ledia.

Menurut Ledia, politik tiada lain hanyalah sebuah sarana, sama dengan sarana-sarana lainnya, seperti pendidikan dan ekonomi.  “Ini perlu terus menerus kita ingatkan pada diri kita,” katanya.

Ledia menambahkan bahwa ketika kita punya posisi yang lebih powerfull akan lebih bisa mendatangkan banyak kebaikan bagi sesama.

“Saya teringat, berkali-kali pak Ahmad Heryawan mengingatkan bahwa ketika beliau menjadi ketua yayasan maka jumlah anak yatim yang beliau bisa bantu ada ratusan. Ketika menjadi wakil ketua DPRD DKI Jakarta bisa puluhan ribu. Tapi, ketika menjadi gubernur Jawa Barat bisa mendekati jutaan jumlahnya. Bisa memberikan beasiswa. Bisa mendorong untuk semua program pemberdayaan masyarakat agar bisa dilaksanakan dengan maksimal,” papar Ledia.

Ketika seseorang memegang posisi tertentu, lanjut Ledia, maka harus dimaksimalkan peran-perannya untuk kepentingan mensejahterakan masyarakat semuanya. Ledia memberi contoh Jawa Barat karena Jawa Barat merupakan contoh mengelola penduduknya terbesar di Indonesia yakni 46,7 juta jiwa tersebar di 27 kota/kabupaten. “Kalau kita bandingkan dengan di sini tentu beda, tapi masing-masing punya persoalannya sendiri-sendiri,” jelasnya.

Ledia menekankan bahwa berpolitik bagi kita bukan hanya sekedar seseorang untuk mendapatkan posisi. Sama saja dengan orang yang bekerja di lingkup tertentu, di posisi tertentu kenapa perlu mengusulkan kepangkatan. Bagi yang memiliki jenjang karier mencapai keistimewaan dan mempunyai kompetensi yang terbaik di posisinya tentu akan bisa memberikan banyak kontribusi positif. “Kita tidak bisa membayangkan kalau kita menyerahkan kepentingan-kepentingan masyarakat kepada orang yang tidak punya kompetensi maupun tidak punya visi besar untuk mensejahterakan umat dan bangsa. Moga hal ini jangan pernah terjadi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKS Papua, drh. Whenty Suliastiningati mengatakan bahwa kegiatan pertemuan dengan Ledia Hanifa ini dimaksudkan untuk penguatan pengurus dan kader dalam menghadapi pilkada serentak 2018 dan sekaligus pileg dan pilpres serentak 2019 mendatang.

“Mesin partai harus sudah mulai dipanaskan agar dalam menghadapi pilkada serentak 2018 dan juga pileg dan pilpres serentak 2019 mesin partai sudah panas. Kader sudah panas dalam artian semangat kerja. Sharingmalam ini bersama bu Ledia akan semakin mengokohkan program kerja yang kita jalankan,” ungkapnya.

(humaspks/and)

Berita Lainnya
F-PKS Wacanakan Bentuk Angket BPJS Kesehatan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Fraksi PKS DPR mewacanakan pembentukan Panitia Khusus Hak Angket terkait p...
Otonomi Daerah Harus Memperkuat NKRI SUMEDANG, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Fraksi Partai Golkar di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Agun ...
Komisi VIII DPR Berharap Penyelenggaraan Haji Lebih Baik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) , Ali Taher Parasong meneg...
DPR Dorong Pemerintah Libatkan Kontraktor Lokal dalam Proyek APBN SURABAYA, TAJUKTIMUR.COM - Komisi V mendorong pemerintah melibatkan kontraktor lokal dalam mengerjak...
DPR dan Parlemen Inggris Perkuat Kerjasama Di Lima Sektor Prioritas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Delegasi parlemen yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon didampingi ol...
Kanal: Kabar Parlemen