Loading...

Basarnas: Lima Penumpang KMP Bandeng Hilang

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Kelas B Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan lima penumpang hilang dalam musibah tenggelamnya KMP Bandeng di perairan Loloda Pulau Halmahera.

Kepala Kakansar Ternate, Muhammad Arafah di Ternate, Kamis, membenarkan ada lima orang korban tenggelamnya KMP Bandeng yang hilang dan masih dilakukan pencarian di sekitar tenggelamnya kapal tersebut.

KMP Bandeng rute Tobelo, Halmahera Utara menuju Kota Bitung, Sulawesi Utara itu membawa 45 penumpang, dan lima orang diantaranya dinyatakan hilang.

Kelima orang yang hilang dalam musibah itu, yakni Capten Alfred Rahasa (56 tahun), KKM Hendi Suhairi (40 tahun), Mualim II Aspar (27 tahun), Fani Abdurahhim (33 tahun) dan satu penumpang, Supardi (30 tahun).

Sedangkan, satu penumpang lainnya bernama Henri berhasil diselamatkan oleh KKM Knp 375 Tidore saat bersama-sama tim Kakansar melakukan mencarian korban tenggelamnya KM Bandeng tersebut.

KN SAR 237 Pandudewanata berhasil mengevakuasi total 28 orang dari liferaft di koordinat 02?02.20`N / 127?40.882` E. Selanjutnya KN SAR 237 Pandudewanata menuju ke Desa Baja untuk menjemput 17 org korban yang telah dievakuasi oleh kapal nelayan dan akan dibawa menuju Pelabuhan Tobelo dan Kota Ternate untuk menjalani penanganan medis.

KN SAR 237 Pandudewanata membawa 45 orang korban menuju ke Pelabuhan Ahmad Yani Ternate dengan jarak 76.9 Nm dengan speed 20 Kts, estimasi waktu tempuh 3 Jam 50 menit.

Selanjutnya, berdasarkan laporan dari Capt KN SAR Pandudewanata setelah melakukan pendataan dari korban yang on board di kapal bahwa masih ada lima orang korban yang belum ditemukan.

Sedangkan, untuk DanPos SAR Tobelo serta Tim SAR Gabungan “on board” di atas kapal KM Sandaga Nusantara digerakkan dari Tobelo menuju ke LKK untk melakukan pencarian terhadap lima orang korban yang belum ditemukan.

Arafah mengatakan, pihaknya sempat kesulitan dalam melakukan evakuasi para korban tenggelamnya KMP Bandeng itu, karena gelombang 2-3 meter di sekitar kejadian.

Bahkan, dalam proses penyelamatan korban itu, sembilan orang lainnya saat ini dalam kondisi fisik sangat lemah, karena lama berada di perairan tenggelamnya kapal tersebut.

Berita Lainnya
Petani Boikot Jalan Trans Tobelo-Galela TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Para petani yang tergabung dalam Pergerakan Petani Kopra (PPK) Tarakani di...
ASN adukan Bupati Morotai ke DPRD MOROTAI, TAJUKTIMUR.COM - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Uta...
Dana Desa di Halmahera Utara naik Rp9 Miliar TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Utara (H...
DKP Tidore Terus Berdayakan Nelayan Tradisional TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tidore Kepulauan terus berupaya memberd...
Gubernur Maluku Utara Diminta Antisipasi Penurunan Harga Kopra TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah elemen di Halmahera Utara meminta Gubernur Maluku Utara Abdul Gan...
Kanal: Maluku Utara