Loading...

BPS: Angka Kemiskinan di Maluku Utara Meningkat

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat, angka kemiskinan di daerah ini pada akhir Maret 2018 sebesar 81,46 ribu atau meningkat 6,64 persen sehingga bertambah sekitar 3,2 ribu orang.

“Angka kemiskinan itu kalau dibandingkan penduduk miskin pada September 2017 yang tercatat sebesar 78,28 ribu orang atau 6,44 persen,” kata Kepala BPS Malut, Misfaruddin di Ternate, Selasa.

Dia mengatakan, untuk presentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 3,80 persen atau meningkat 0,10 poin dibanding keadaan pada September 2017 yang tercatat sebesar 3,70 persen.

Sedangkan presentase penduduk miskin di daerah pedesaan pada maret 2018 meningkat menjadi 0,23? poin menjadi 7,78 persen dibanding keadaan pada September 2017 yang sebesar 7,55 persen.

Selain itu, untuk garis kemiskinan pada Maret 2018? sebesar Rp 412.266 atau naik sekitar Rp 14.900 atau 3,76 persen, dibanding keadaan September 2017 yang sebesar Rp 397.340.

Karena pada periode September 2017 – Maret 2018, indek kedalaman kemiskinan dan mengalami sedikit peningkatan dari 0,814 pada September 2017 menjadi 0,892 pada Maret 2018.

Sedangkan, indeks keparahan kemiskinan juga meningkat dari 0,149 pada september 2017 menjadi 0,192 pada Maret 2018.

Ia menjelaskan, presentase penduduk miskin di Malut sejak Maret 2012 hingga Maret 2018 cenderung berfluktuatif, tetapi menunjukan angka menurun, dimana tingkat kemiskinan di malut pada Maret 2012 tercatat sebesar 8,47 persen dan menurun hingga mencapai 6,64 persen pada Maret 2018.

“Jadi presentase penduduk miskin terendah itu terjadi pada September 2015 yaitu sebesar 6,22 persen. Penduduk miskin di Malut pada Maret 2012 mencapai 91,91 ribu orang yang terdiri dari 7,57 orang di daerah perkotaan dan 84,35 ribu orang di daerah pedesaan,” katanya.

Sedangkan pada Maret 2018 jumlah orang miskin di Malut tercatat sebanyak 81,46 ribu orang yang terdiri dari 13,34 ribu orang di daerah perkotaan dan 68,12 ribu orang di daerah pedesaan.

Dia menambahkan, secara khusus jika dilihat perkembangan tingkat kemiskinan Malut pada periode September 2017 – Maret 2018, jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan yaitu sekitar 3,2 ribu orang dari 78,28 ribu orang atau 6,44 persen menjadi 81,46 ribu orang atau 6,64 persen.

Berita Lainnya
Dinas Pertamian Kota Tidore Dorong Pengembangan Pala dan Cengkih TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara tetap...
Disperindag Kota Ternate Data Pedagang di Pasar Gamalama TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Maluku Utara, akan menda...
Kerajinan Anyaman Tikar Tradisional Ternate Terancam Punah TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Kerajinan anyaman tikar tradisional di Kota Ternate, Maluku Utara terancam...
Pemprov Maluku Utara Diminta Prioritaskan Pembangunan Jalan di Tidore TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerinta Provinsi Maluku Utara diminta memprioritaskan pembangunan infras...
Distan Upayakan Kecamatan Oba jadi Penghasil Bawang TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kota Tidore Kepulauan berupaya menjadikan Kecamat...
Kanal: Maluku Utara