Loading...

Demi Ber-I’tikaf dan Qiyamul Lail, Gubernur Malut Pindahkan Kantor ke Masjid

TERNATE (TAJUK TIMUR) Seperti warga muslim pada umumnya, malam ke-21 Ramadan merupakan malam I’tikaf atau menyendiri di dalam mesjid untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ini juga yang dilakukan Gubernur Maluku Utara (Malut) KH Abdul Ghani Kasuba. Demi I’tikaf, gubernur pun telah memindahkan aktivtas perkantorannya di Masjid Muhajirin Ternate.

Sebagai seorang kiay, gubernur berkeinginan agar di sepuluh hari terakhir Ramadan, dirinya benar-benar fokus untuk beribadah kepada Sang Khalik. Karenanya, seluruh aktivitas perkantorannya yang sebelumnya di Ibu Kota Sofifi dipindahkan sementara di masjid di lingkungan Falajawa Satu Kelurahan Muhajarin.

Pemindahan pelayanan ini dilakukan selama 10 hari terakhir puasa, dengan maksud lebih konsentrasi melaksanakan ibadah.”Aktivitas kantor saya sementara berpindah di Masjid Muhajirin. Nanti akan digunakan salah satu ruangan. Ini dilakukan agar bisa melaksanakan I’tikaf dan qiyamul lail (ibadah malam lailatul kadar) dengan baik,” kata Kasuba, Rabu (14/6).

Dilansir dari Malut Post (Jawa Pos Group), kegiatan Ittikaf ini dilaksanakan setiap tahun. Tahun lalu, qiyamul lail dipusatkan di Masjid Almunawwar, sementara tahun ini dipusatkan di Masjid Muhajirin. “Di Almunawwar sudah bisa melaksanakan qyiamu lail. Karena itu, tahun ini harus berpindah ke masjid lain,” aku orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara itu.

Tidak hanya gubernur, seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga diwajibkan untuk melaksanakan I’tikaf di Masjid Almunawwar.  “Para kepala dinas juga diwajibkan untuk melaksanakan Qiamullail. Siang mereka kerja, malamnya wajib ke Almunawar,” katanya.

Dikatakan, pelaksanaan i’tikaf ini merupakan salah satu kebiasaan Rasulullah SAW, dimana sepuluh hari terakhir puasa membawa serta anak istrinya ke masjid untuk melaksanakan ibadah dan zikir, dengan harapan bisa mendapat malam lailatul kadar.

“Kebiasaan ini harus diteruskan, sebab dari 30 hari puasa hanya satu malam ditetapkan sebagai malam lailatul kadar, itu juga tidak diketahui malam keberapa akan turun lailatulkadar. Karena itu, pernting dilakukan qiyamul lail,” tukasnya.

Gubernur bahkan berpesan kepada umat muslim Malut agar juga melaksanakan I’tikaf sehingga menjadi satu kebiasaan. “Saya lakukan ini setiap tahun dan berpindah-pindah agar dibudayakan, sehingga meskipun saya tidak lagi menjabat, tradisi ini bisa dilanjutkan. Karena ini hal positif,” tukasnya.

(jp/ttc)

Berita Lainnya
Maluku Utara masuk zona rawan konflik Pemilu TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Polda Maluku Utara (Malut) menyatakan provinsi ini masuk dalam zona rawan ...
Kepulauan Sula fokus budi daya ikan dan rumput laut TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepuluan Sula, Maluku Utara, ...
Muhammad Kasuba akan Wujudkan Malut Lebih Sejahtera LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari P...
Pengamat: Masyarakat Menanti Kejutan Debat Capres tanpa Kisi-Kisi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Minggu malam...
Wali Kota Ternate Agendakan Triathlon Jadi Event Tahunan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Walikota Ternate Burhan Abdurahman mengagendakan event perlombaan Triathlo...
Kanal: Maluku Utara