Loading...

DKP Tidore Terus Berdayakan Nelayan Tradisional

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Tidore Kepulauan terus berupaya memberdayakan nelayan tradisional di daerah itu di antaranya melalui pemberian bantuan alat tangkap ikan.

Kepala DKP Tidore Kepulauan Yamin Abdul Latif di Tidore, Senin, mengatakan pada 2018 ini DKP memberikan bantuan 60 perahu katinting kepada nelayan tradisional di sejumlah kecamatan di daerah itu.

Pemberian bantuan perahu katinting yang melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) itu diharapkan dapat membuat nelayan tradisional menangkap ikan secara baik, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Ia menjamin penyaluran bantuan perahu katinting tersebut tepat sasaran, karena DKP melakukan pengecekan secara langsung terhadap setiap nelayan yang akan menerima bantuan, selain itu proses KUB yang menjadi wadah nelayan untuk mendapatkan bantuan harus terdaftar di instansi terkait.

Kalau ternyata hasil pengecekan secara langsung di lapangan anggota KUB yang mengajukan bantuan perahu katinting ternyata bukan nelayan yang sebenarnya maka akan dibatalkan dan dialihkan kepada nelayan tradisional yang sebenarnya.

DKP Tidore Kepulauan, kata Yamin Abdul Latif, selama ini sudah banyak memberikan bantuan alat tangkap kepada nelayan di daerah itu, mulai dari perahu katinting sampai kapal ikan bertonase di atas 10 GT, baik menggunakan APBD maupun bantuan dari Pemprov Malut dan pemerintah pusat.

DKP juga berupaya memberdayakan masyarakat di wilayah pesisir melalui pengembangan budidaya udang faname, seperti yang pernah dilakukan di wilayah Oba dengan mendatangkan pendamping dari Sulawesi Selatan.

“Kami terus pula mengupayakan masuknya investor untuk menggarap potensi perikanan di Tidore Kepulauan dan sejauh ini sudah ada investor dari Brunei Darussalam yang siap menanamkan modal pada sektor perikanan di Tidore Kepulauan,” katanya.

Di Tidore Kepulauan pernah ada perusahaan perikanan yang beroperasi dalam bidang usaha penangkapan ikan cakalang dan tuna, namun perusahaan itu tutup menyusul adanya konflik horizontal yang terjadi seluruh wilayah Malut pada 1999.

Berita Lainnya
BPS Catat Potensi 1.196 Desa di Maluku Utara TERNATE, TAJUKTIMUR.COM -Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat hasil Potensi Des...
Pemkot Ternate mulai bangun Plaza Gamalama TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Maluku Utara,...
Dandim 1508/Tobelo Membuka Apel Danramil Dan Babinsa Tersebar TIBELO, TAJUKTIMUR.COM - Dalam rangka meningkatkan pembinaan teritorial sebagai fungsi utama TNI-AD,...
Prajurit TNI di Maluku Utara Tanam Ribuan Pohon TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Prajurit TNI dari Korem 152/Babullah dan jajaran Kodim melaksanakan kegiat...
Maluku Utara Calon Pintu Gerbang Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan (dapil) Malu...
Kanal: Maluku Utara