Loading...

Gubernur Maluku Utara Kampanye Imunisasi MR

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba mengajak masyarakat untuk terlibat dalam mengampanyekan imunisasi Campak dan Rubella (MR) dengan terlibat membawa anak-anak untuk  diimunisasi.

“Kepada masyarakat saya mengajak agar terlibat dalam kegiatan ini dengan membawa anak-anak usia 9 bulan sampai dengan usia 15 tahun untuk datang ke sekolah-sekolah, Posyandu dan fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan imunisasi MR sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” kata Abdul Gani Kasuba.

Menurut dia, campak yang di Malut dikenal dengan penyakit sarampa maupun rubella tergolong berbahaya bila tidak diantisipasi sejak dini.

Penyakit sarampa dapat menyebabkan komplikasi yang serius dengan sering berujung pada kematian. Kita sudah terlalu lama menyepelekan penyakit ini, tanpa diobati.

Padahal, banyak anak di Malut yang meninggal karena sarampa, tetapi cenderung tidak mencatatnya.

Bahkan, penyakit Rubella mirip dengan sarampa, namun lebih ringan, justru karena lebih ringan, maka cenderung tidak diperhatikan.

Virus Rubella jika menyerang ibu hamil akibatnya mengerikan karena bisa mengakibatkan yang permanen dan bayi bisa lahir dengan kebutaan, ketulian, kelainan jantung dan kelainan otak.

“Hal ini akan sangat mempengaruhi pertumbuhan seorang anak dan menjadi beban untuk keluarganya, baik beban mental maupun finansial,” katanya

Oleh karena itu, pihaknya telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella/kecacatan yang disebabkan oleh infeksi rubella saat kehamilan pada 2020.

“Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mempercepat tujuan tersebut adalah dengan melaksanakan kampanye atau imunisasi massal MR. Imunisasi massal MR ini bertujuan untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Malut, Idhar Sidi Umar ketika dihubungi menyatakan, pelaksanaan kampanye imunisasi campak dan rubella ini merupakan fase kedua setelah dilaksanakan di pulau Jawa yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada Agustus 2017.

“Fase kedua ini dimulai pada 1 Agustus hingga September 2018 di Malut dengan sasaran sekitar 380.000 anak dengan usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, yang tempat pelaksanaannya di sekolah (PAUD/TK,SD/Mi/Sederajat, SMP/MTs/Sederajat) serta Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,” katanya.

Berita Lainnya
Dinas Pertamian Kota Tidore Dorong Pengembangan Pala dan Cengkih TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara tetap...
Disperindag Kota Ternate Data Pedagang di Pasar Gamalama TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Maluku Utara, akan menda...
Kerajinan Anyaman Tikar Tradisional Ternate Terancam Punah TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Kerajinan anyaman tikar tradisional di Kota Ternate, Maluku Utara terancam...
Pemprov Maluku Utara Diminta Prioritaskan Pembangunan Jalan di Tidore TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerinta Provinsi Maluku Utara diminta memprioritaskan pembangunan infras...
Distan Upayakan Kecamatan Oba jadi Penghasil Bawang TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kota Tidore Kepulauan berupaya menjadikan Kecamat...
Kanal: Maluku Utara