Loading...

Jasa Raharja Siapkan Rp4,1 miliar Bagi Korban KMP Bandeng

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – PT Jasa Raharja menyiapkan dana Rp4,1 miliar bagi seluruh kendaraan yang ikut tenggelam bersama Feri KMP Bandeng di perairan Loloda, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara pada Rabu (15/8).

“Kami akan menyerahkan dana itu sebagai ganti rugi bagi pemilik kendaraan yang ikut tenggelam bersama KM Bandeng,” kata Dirut PT Jasa Raharja, Budi Rahadjo dalam kunjungannya ke Ternate, Sabtu.

Kendaraan yang ada 12 unit terdiri 8 sedang dan 4 besar yang semuanya dapat kepastian jaminan, karena memang kendaraan tidak ditemukan, sehingga dari pihak asuransi akan selesaikan kepada masing-masing pemilik? kendaraan.

Meski belum dipastikan kapan asuransi itu akan diberikan, Budi menjanjikan secepatnya akan dibagikan ke pemilik kendaraan melalui proses administrasi sesuai dengan ketentuan.

Dalam kunjungannya ke Ternate, Menteri BUMN Rini Soemarno dan rombongan berkesempatan mengunjungi korban tenggelamnya KMP Bandeng yang masih terbaring di RSUD Ternate.

Sementara terkait dengan penyebab pasti tenggelamnya KMP Bandeng, pihak PT. ASDP masih menunggu hasil penyeledikan yang akan dilakukan KNKT.

Sementara itu, Direktur Utama ASDP Indonesia, Ferry Ira Puspadewi ketika dikonfirmasi sebelumnya menyatakan, seluruh korban telah 100 persen menggunakan life jacket, bahkan sebagian besar para korban berada di dalam sekoci penyelamat tertutup seperti tenda yang di dalamnya dilengkapi stok makanan.

Artinya aspek SOP kami telah dijalankan dengan baik dan tepat, karena ketika kapal berangkat, nakhoda telah mendapat izin dari otoritas pelabuhan dan cuaca saat berangkat pun cukup bersahabat, namun di tengah jalan cuaca berubah menjadi buruk dan nakhoda melaporkan untuk kembali ke Tobelo.

Selain itu, semua dokumen dan lisensi yang dimiliki KMP Bandeng pun terbukti valid. KMP Bandeng tidak melanggar muatan, saat kejadian memang membawa 12 truk namun kapal mampu mengangkut hingga maksimum 20 truk, sehingga kapasitasnya masih di bawah batas maksimum.

Ira menambahkan, pihaknya berkomitmen akan bertanggungjawab penuh atas biaya perawatan korban selama di Rumah Sakit serta membiayai perjalanan para korban menuju kediaman masing-masing.

Sebanyak 19 orang kembali ke Tobelo dan telah disiapkan bus, 10 orang kembali ke Manado dengan menggunakan pesawat, dan 14 orang ke rumah di Ternate.

Berita Lainnya
Selama Ramadan, Pemkot Ternate larang tempat hiburan malam beroperasi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) melarang tempat hib...
Tidore siapkan pembangunan pelabuhan wisata dan perikanan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara (Malut) membangun s...
UNBK di Ternate Siap Digelar 22 April 2019 TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Panitia pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Ternate, Malu...
Gubernur Komitmen Dorong Ekspor Langsung dari Malut TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Abdul Ghani Kasuba berkomitmen mendorong ekspor langsung dari Mal...
Polda Malut Musnahkan Puluhan Senpi Rakitan dan Miras TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Polda Maluku Utara (Malut) memusnahkan puluhan senjata api (senpi) rakitan...
Kanal: Maluku Utara