Loading...

Jika Selisih Suara Hanya 2 Persen, Tim AGK-Ya Siapkan Gugatan ke MK

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM —- Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) atau real count KPU untuk Pilgub Maluku Utara sudah 99,49 persen. Hasilnya, pasangan nomor urut 1 Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar berada di posisi pertama. AHM-Rivai unggul dengan perolehan suara 31,94 persen.

Selanjutnya pasangan nomor 2 Burhan Abdurahman-Ishak Jamaluddin (Bur-Jadi) mendapat perolehan suara 25,97 persen, pasangan nomor 3 Abdul Gani Kasuba-Al Yasin Ali (AGK-YA) 30,38 persen, dan pasangan nomor 4 Muhammad kasuba-Majid Husen (MK-Maju) 11,70 persen.

Data yang sudah masuk berasal dari 2.126 TPS dari total 2.137 TPS atau 99,94 persen. Total suara yang masuk mencapai 558.851, di mana yang sah mencapai 98 persen atau 550.783 suara. Suara tidak sah 8.462. AGK-YA jadi pasangan yang paling mendekati perolehan suara AHM-Rivai. Jika dihitung, ada selisih suara sebanyak 8.584.

Terkait hal ini, pasangan AGK-YA menyatakan akan menunggu penghitungan manual (real count) yang dilakukan KPU. Mereka pun mengatakan belum bisa memberi selamat kepada AHM-Rivai. Pasangan yang diusung PDPI dan PKPI itu bakal mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) apabila terdapat selisih hasil perolehan suara hanya 2 persen.

“Kami masih mengumpulkan bukti dari seluruh saksi dan mengawalnya. Jika hasil akhir terjadi perbedaan sangat tipis dan memungkinkan diuji, kemungkinan bisa ke MK,” ujar Ketua Tim AGK-YA, Asrul Rasid Ichan kepada wartawan, Minggu (1/7).

Menurutnya sesuai pengalaman kasus pilkada kebanyakan memang di bawah 2 persen biasanya digugat ke MK. Dia mengaku mengantongi banyak bukti pelanggaran yang terjadi saat pemungutan suara pada 27 Juni disemua kabupaten/kota. Salah satunya di Kabupaten Kepulauan Sula yang kini sedang mengajukan bukti laporan ke Panwaslu untuk dikeluarkan rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU).

AGK-YA lanjut Asrul belum terlalu gegabah mengambil keputusan untuk mengajukan gugatan ke MK, karena saat ini masih menunggu hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara disemua kecamatan.

“Kita lihat saja nanti. Saya tidak bisa ambil keputusan sekarang, harus bicara dengan paslon. Dan kita tunggu sampai kapan itu bisa kelihatan. Tapi kalau itu ranahnya bisa ditegakkan melalui hal-hal yang lebih baik, itu akan kita kerjakan. Jadi kami menunggu penghitungan dan analisis serta penghitungan yang cermat untuk langkah-langkah apa yang kita ambil bersama-sama paslon. Saat ini kita menunggu hasil akhir KPU, kalau hasil seperti apa barulah kita ambil sikap,” tambah politikus PDIP ini.

Asrul menegaskan, apabila hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara di KPU Malut pada 7-9 Juli mendatang, paslon AGK-YA kalah dengan selisih 2 persen, maka sudah dipastikan akan mengajukan gugatan ke MK. “Kita tunggu saja pleno KPU perolehan suara pilgub secara manual. Kalau ini sudah dilakukan maka kita sudah akan tahu siapa pemenangnya lengkap dengan selisih perolehan suaranya,” ungkapnya.

Pihaknya meyakini berdasarkan data form C1 yang dikantongi, paslon AGK-YA berada diposisi teratas dibanding tiga paslon lainnya.

Berita Lainnya
615 Jamaah Calon Haji Malut Berangkat ke Embarkasi Makassar TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 615 Calon Jamaah Haji (CJH) Maluku Utara (Malut) pada musim haji tahun 2018 diberangkatkan dari Bandara Sultan Babu...
Pemkab Halmahera Selatan Akan Buka Penerimaan CPNS LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) akan membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri S...
BKKBN minta Penyuluh Layani Masyarakat Secara Profesional TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Maluku Utara (Malut) meminta agar penyuluh dan pelayanan Kependudukan Kelu...
BNNP Maluku Utara: Anggota yang Terlibat Pasti Dihukum TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan bagi siapa pun yan...
Aminah Sabtu, Penjahit Bendera Pertama di Maluku Utara Wafat TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Salah seorang tokoh sejarah asal Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut), Aminah Sabtu, perempuan pertama yang menjahit ...
Kanal: Maluku Utara Pilkada