Loading...

Kapolda Bantah Tidak Netral dalam Pilkada Malut

Kapolda Maluku Utara (Malut) Brigjen Naufal Yahya membantah tidak netral dan mendukung pasangan calon tertentu dalam pelaksanaan Pilkada Malut 27 Juni 2018 lalu.

“Polda Malut sudah bekerja sesuai dengan aturan dan terbukti Pilkada Malut bisa berjalan secara aman dan demokratis,” kata Kapolda, di Ternate, Jumat.

Pernyataan Kapolda Malut itu sekaligus meluruskan aksi puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemerhati Pilkada Indonesia (GPPI), Rabu (1/8), di Mabes Polri yang menuntut agar Kapolda Malut Brigjen Naufal Yahya dicopot dari jabatannya.

Dalam aksi itu, massa mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Malut, karena diduga telah nyata-nyata berpihak ke paslon tertentu.

Menurut Kapolda, permasalahan dari awal adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda, dan polda telah mengajak pihak penyelenggara untuk mengecek bukannya untuk mengintervensi.

Dia menjelaskan, soal DPT itu, mengajak mereka baik-baik bukannya masuk terlalu jauh, bahkan terkait dengan gembok ruangan yang berisi surat suara hasil pilkada pada 10 kabupaten dan kota di ruangan KPU merupakan langkah untuk melakukan pengamanan.

Kapolda menegaskan langkah polda menggembok ruangan tersebut tidak salah, karena pihaknya juga melakukan pengawalan ekstra ketat, jadi bukan mau intervensi, karena polda bekerja sesuai aturan.

Karena itu, Kapolda meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berbagai isu saat ini bermunculan, sebab isu itu sengaja diembuskan orang yang tidak bertanggung jawab, karena Polri tetap netral dalam melakukan pengamanan dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.

Dia juga menjamin seluruh personelnya yang bertugas hingga pleno rekapitulasi hasil Pilkada Malut di KPU tetap menjaga netralitas dan profesionalisme dalam melakukan pengamanan.

Bahkan, seluruh personel hingga pejabat di lingkup Polda Malut tetap menjunjung tinggi netralitas dan memberi jaminan keamanan di Malut hingga putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil sengketa Pilkada Malut.

“Kapolda telah instruksikan kalau ditemukan ada anggota yang tidak netral selama pelaksanaan pilkada akan ditindak tegas hingga pemecatan,” katanya pula.

Berita Lainnya
Distan Upayakan Kecamatan Oba jadi Penghasil Bawang TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kota Tidore Kepulauan berupaya menjadikan Kecamat...
Festival Wonderful Halmehera Utara dipusatkan di Tanjung Bongo TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara ...
KPU Maluku Utara Tetapkan DPTHP II sebanyak 806.685 Pemilih TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara menggelar rapat pleno penetapa...
Sejumlah Elemen Kecam Penganiayaan Wartawan di Ternate TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah elemen di Ternate, Maluku Utara, mengecam dugaan penganiayaan ter...
Pemprov Malut akan Salurkan DBH PBB Triwulan III TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Badan Pengelolaan Keuangan Pendap...
Kanal: Maluku Utara