Loading...

Kepala DKP Malut: Ada Aksi Berkedok Ancaman dan Pemerasan

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM — Tuduhan dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia (DPD KPPPI) Maluku Utara (Malut) yang juga selaku Koordinator lapangan Muhammad Saifudin dalam aksi damai di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut ditanggapi langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, M. Buyung Radjiloen.

Buyung menegaskan, dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Korlap DPD KPPPI Malut pada aksi damai, Senin (16/7/2018) kemarin, yang dialamatkan ke dirinya tersebut merupakan hal yang tidak benar dan sengaja dimainkan untuk mencari kesalahan.

“Saya tidak tau, dan jangan balikan isu untuk mencari-cari kesalahan,” bantah Kadis DKP Malut M. Buyung Radjiloen, Selasa (17/7/2018).

Buyung juga mengaku sempat mengirimkan pesan singkat kepada Muhammad Saifudin dengan nada keras, namun pesan yang dikirimkan tersebut dikarenakan dirinya terlebih dahulu mendapat ancaman yang terjadi, pada bulan Maret 2018 lalu.

“Iya itu memang ada, tapi itu sudah empat bukan lalu dan saya duluan diancam dan diperas,” katanya seraya menunjukkan bukti pesan singkat melalui SMS mapun WhatsApp.

Selain itu Buyung juga mengaku, pihaknya sangat menyesalkan sikap yang dilakukan oleh Muhamamd Saifudin dan rekan-rekannya, karena aksi yang dilakukan tersebut seakan ada skenario yang ingin menjatuhkan, serta menyudutkan dirinya.

Dirinya juga mengaku, siap memberikan keterangan di Polres Ternate, jika dipanggil dalam kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang saat ini dituduhkan.

“Saya siap bertanggung jawab, bahkan kalau saya dipanggil polisi saya juga siap memberikan keterangan, karena saya tidak pernah memerintahkan kelompok atau orang untuk melakukan dugaan kekerasan sebagaimana yang terjadi kemarin,” tegasnya.

Lebih lanjut Kadis juga mengaku, ancaman dan pemerasan yang lakukan Muhammad Syaifuddin melalui via WhatsApp dan SMS tersebut bukan baru terjadi pada Maret lalu, namun itu sudah terjadi berulangkali.

“Salah satu bukti SMS ke saya itu bertuliskan bahwa, saya tunggu mereka KK, rekaman Kades dan Camat sudah lengkap dan ditambah screnshot SMS KK untuk kirim di pengurus sekaligus lapor di Mabes Polri, silakan ganti nama saya kalau ini hanya gertak, karena saya tidak pernah menggertak orang, bahkan kita juga lapor kembali yang buat laporan katanya jual tali,” ucap buyung seraya membacakan bukti pesan singkat Muhammad Syaifuddin.

Menurutnya, aksi yang dilakukan Muhammad Saifudin terhadapnya tersebut merupakan kejahatan luar biasa yang berkedok anti korupsi dan pemersan.

“Ini harus tindakan yang harus diberantas oleh penegak hukum, jangan sampai konsentrasi pejabat di daerah terganggu hanya karena tindakan yang dilakukan segelintir orang,” imbuhnya.

Ketik disentil terkait dengan aksi yang mendesak Kejati dan Polda untuk mengusut tuntas kasus kapal mulin 13 yang diduga melibatkan mantan salahsatu pejabat di Polda Malut Buyung mengaku, penyaluran kapal itu sudah sesuai prosedur, sebab kapal Mulin 13 merupakan kapal penampung, yang mana pegusaha yang punya modal untuk mengumpul ikan.

“Itu bukan kapal nelayan yang biasa di berikan ke nelayan, namun herannya tiga kapal yang salurkan itu tidak bermasalah toh kenapa yang ini di persoalkan, kalau mau di soroti harus semuanya di soroti bukan hanya satu saja,” tuturnya.

Untuk masalah kelompok nelayan Sayoang Yaba lanjut dia, pihaknya tidak tahu menahu kelompok nelayan tersebut, karena tidak ada proposal yang masuk di dinas, dan yang masuk di dinas adalah permohonan perorangan sehingga di berikan bantuan itu kepada tiga pengusaha.

“Ini di sengaja di mainkan dengan dalil bahwa saya rekayasa, sementara LHP BPK juga tidak ada temuan sama sekali, oleh karena itu harus di pertanyakan ada apa di balik ini, jangan-jangan modus pemerasan,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Kerajinan Anyaman Tikar Tradisional Ternate Terancam Punah TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Kerajinan anyaman tikar tradisional di Kota Ternate, Maluku Utara terancam...
Pemprov Maluku Utara Diminta Prioritaskan Pembangunan Jalan di Tidore TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerinta Provinsi Maluku Utara diminta memprioritaskan pembangunan infras...
Distan Upayakan Kecamatan Oba jadi Penghasil Bawang TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pertanian (Distan) Kota Tidore Kepulauan berupaya menjadikan Kecamat...
Festival Wonderful Halmehera Utara dipusatkan di Tanjung Bongo TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara ...
KPU Maluku Utara Tetapkan DPTHP II sebanyak 806.685 Pemilih TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara menggelar rapat pleno penetapa...
Kanal: Maluku Utara