Loading...

KPU Malut: Ada 5 Surat Suara di Pemilu 2019

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) hingga saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama masyarakat Malut terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) DPR, DPD dan DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta presiden dan wakil presiden pada 27 Apil 2019 mendatang.

Pasalnya, dalam Pemilu serentak pada April 2019 mendatang tersebut, masyarakat yang menggunakan hak suara, akan menerima 5 surat suara untuk menyalurkan hak suaranya baik di pemilihan Presiden dan wakil presiden mapun DPR, DPD hingga DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

“Jadi memang surat suara untuk pemilu 2019 mendatang itu ada 5 surat suara yang nantinya akan dipilih oleh masyarakat di setiap daerahnya masing, dan lima surat suara itu diantaranya surat suara untuk DPR, DPD dan DPRD Provinsi dan surat suara DPRD Kabupaten/Kota serta presiden dan wakil presiden,” ungkap Ketua KPU Malut Syahrani Sumadayo, Minggu (23/9/2018).

Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dirinya juga meminta keterlibatan partai politik untuk menyampaikan kepada publik baik itu partai politik di tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota maupun tingkat pusat sehingga masyarakat tidak lagi kaget dengan banyaknya surat suara yang diberikan.

“Keterlibatan partai politik ini juga sangat penting, karena mereka juga yang menyampaikan ada calon-calonya di setiap tingkatan,” ucapnya.

Untuk calon yang akan bertarung pada pemilu 2019 di wilayah Malut kurang lebih 40 calon dan dua diantaranya merupakan calon presiden dan wakil presiden.

40 calon yang bertarung pada Pemilu 2019 tersebut lanjut Syahrani masing-masing, 24 orang calon, 16 orang calon partai politik dan 2 orang calon lainya yakni presiden dan wakil presiden, dengan jumlah total sebanyak 40 calon.

“Di provinsi lain mungkin berbeda, karena calon DPD-nya juga akan berbeda dengan kita, maka itu kita Malut memiliki 40 peserta,” tuturnya.

Untuk jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam menghadapi pemilu 2019 mendatang Syahrani juga mengaku, saat ini masih diperbaiki dan KPU masih mempunyai waktu hingga November, maka itu DPT yang telah ditetapkan akan terlebih dahulu dicermati oleh KPU-RI, Bawaslu-RI dan tim teknis partai politik tingkat pusat yang selanjutnya data tersebut akan dikirimkan ke KPU Provinsi untuk disalurkan ke KPU Kabupaten/Kota.

“Sebelum data itu kita serahkan ke KPU Kabupaten/Kota, terlebih dahulu kita lakukan verivikasi bersama dengan partai politik dimasing-masing tingkatan untuk mamastikan bahwa data kita betul-betul bersih dan itu yang kita harapkan,” akunya.

Untuk DPT, sebagaimana disampaikan Bawaslu itu Syahrani mengemukakan, akan tetap ditindaklanjuti, namun sumber DPT untuk KPU dan Bawaslu harus satu pintuk karena sumber data tersebut telah dicermati oleh KPU-RI, Bawaslu-RI dan Partai politik tim teknisnya di tingkat pusat.

“Jadi sumber kita hanya satu, tidak bawaslu menyerahkan masing-masing ke kita lagi tetapi semua data melalui pusat, makanya dengan waktu yang ada ini kita akan melakukan verivikasi di lapangan bersama-sama dengan KPU Kabupaten/Kota serta perangkatnya ditingkat bawah,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Capres Prabowo Soroti Rendahnya Gaji Guru JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Calon presiden Prabowo Subianto saat di Kabupaten Garut pada Sabtu, menyor...
Penolakan Perda Syari’ah Merupakan Sikap Politik PSI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Keputusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menolak Perda Syariah da...
Romahurmuziy: PPP Wajib Perjuangkan UU dan Perda Syariah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ketua Umum PPP M Romahurmuziy menegaskan partainya mempunyai perhatian bes...
Mendagri Bolehkan Kepala Daerah Terlibat Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo membolehkan kepala daerah u...
Kapolres Mappi Sambangi Kampung Sumuraman JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Untuk sosialisai Pilkada damai pada pemilihan Legislatif dan Presiden 201...
Kanal: Maluku Utara Pemilu