Loading...

MK-Maju Bentuk Tim Pemenangan Tingkat Kecamatan

TERNATE (TAJUKTIMUR.COM) – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Muhammad Kasuba dan Abdul Madjid Husen (MK-Maju) menggelar rapat koordinasi bersama partai koalisi yang dilaksanakan di Muara Hotel, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara. Sabtu (17/02) lalu.

Ketua DPW PKS Provinsi Malut, Ridwan Husen sekaligus sebagai ketua tim pemenang Mk-MAJU mengatakan, tim ini mengkonsolidasikan struktur 3 partai koalisi MK-MAJU di kabupaten/kota sampai tingkat kecamatan semua hadir.

“Rapat koordinasi ini akan membentuk tim dari tingkat kabupaten/kota untuk persiapan kampanye sesuai zona serta waktu yang sudah di tetapkan oleh KPU,” kata Ridwan Husen.

Termasuk rapat khusus dengan kawan-kawan Taliabu dan Sula, setelah pembentukan tim dari kabupaten/kota sampai kecamatan, dan membahas khusus kampanye di Taliabu dan Sula,” ungkap Ridwan Husen.

Setiap Kabupaten/Kota, lanjutnya, akan mempresentasikan hasil dan target berapa persen selesai rapat koordinasi dan presentasi tiap-tiap komisi di kabupaten kota, sehingga menjadi target pemenangan MK-MAJU secara keseluruhan di Malut.

“Kami sampai saat ini optimis menang, karena dilihat peta yang ada kami sudah bekerja, PAN, PKS dan Gerindra sudah menggerakkan mesin partainya sejak rekomendasi itu dikeluarkan, dan komitmen partai koalisi kemenangan MK-MAJU,” ungkap Ridwan.

Mengundang Bawaslu

Tim pemenangan MK-Maju dalam agenda rakor tersebut melibatkan Bawaslu provinsi Maluku Utara untuk memberikan materi pembekalan kepada tim pemenangan yang meliputi model-model kepemiluan, konsultan penelitian pasangan calon yang diikuti oleh para kader dari partai pengusung, yakni PKS, PAN dan Gerindra.

Ketua Bawaslu Provinsi Maluku Utara Muksin Amrin mengungkapkan, sampai saat ini baru pasangan calon MK-Maju yang melakukan kegiatan mengundang Bawaslu secara resmi.

“Kalau undang itu harus memakai undangan resmi jangan memakai via sms atau secara lisan saja, karena surat undangan itu kami jadikan arsip suatu ketika kalau dibutuhkan,” tegas Muksin Amrin.

Ia menjelaskan, tidak tentu juga tim paslon memahami secara keseluruhan masalah pemilu.

“Alhamdulillah tim MK-Maju yang pertama yang mengundang Bawaslu menyampaikan bentuk-bentuk pelanggaran yang tidak bisa di langgar, ini bagian dari pencegahan. Kami sudah menyampaikan hal-hal itu kalau masih dilanggar maka tetap kita proses,” paparnya sambil menegaskan penyelenggara pemilu tidak diperbolehkan menerima uang maupun honor.

“Yang jelas kami tidak dibolehkah menerima uang. Karena itu dilarang oleh DKPP, dan dianggap sebagai suap,” terang Muksin Amrin.

(fr)

Berita Lainnya
BPS: Angka kemiskinan di Maluku Utara meningkat TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat angka kemiskinan...
Empat Bulan Jasa Medis di RSUD Belum Terbayar TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Halmahera Utara M...
60 Ribu Warga Halut belum Rekaman e-KTP TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku ...
Gunung Ibu Meletus, BNPB: Status Tetap Waspada JAILOLO, TAJUKTIMUR.COM - Gunung Ibu yang berada di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus pada pukul...
Pemprov Malut Usulkan Pemberhentian Bupati Haltim TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) mengusulkan proses pemberhentian ...
Kanal: Maluku Utara Pilkada