Loading...

MK: Maluku Utara Butuh Revitalisasi

TERNATE (TAJUKTIMUR.COM) – Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) resmi mendukung pasangan Muhammad Kasuba (MK) dan Madjid Hussein (MAJU) untuk Pilkada Maluku Utara 2018. Pasangan itu diumumkan langsung oleh Presiden PKS Sohibul Iman di kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).

“Bapak Muhammad Kasuba dengan Bapak Madjid Hussein. Cagub dan Cawagub Maluku Utara. Keduanya tidak bisa hadir, titip salam pada kita semuanya,” ujar Sohibul beberapa waktu lalu.

MK merupakan mantan Bupati Halmahera Selatan yang juga Ketua Bapilu DPD PKS Kota Ternate. Sedangkan MAJU merupakan Ketua DPW PAN provinsi Maluku Utara.

Siap berjuang untuk Maluku Utara Sejahtera

Sejumlah awak media, Sabtu (27/1) menemui mantan bupati Halmahera Selatan ini usai sholat Ashar di kantor sekretariat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang berlokasi di Batuanteru, Kota Ternate.

“Melihat kelengkapan persyaratan untuk calon, Alhamdulillah sudah lengkap, termasuk kesehatan. Saya kira, sudah tidak ada masalah soal persyaratan pencalonan,” kata MK menjawab pertanyaan wartawan dengan tenang.

Ia menyatakan, pihaknya selalu mengikuti ketentuan aturan main pilkada, seperti penertiban baliho atau atribut, serta menghindari pertemuan tertutup maupun terbuka.

Bahkan di dunia maya pun, Pria lulusan tahun 1988 dari International Islamic University di Islamabad, Pakistan ini juga berpesan kepada tim suksesnya agar tidak menampilkan hal-hal yang sifatnya kampanye atau sosialisasi.

“Jangan sampai dibilang curi start. Empat bulan dalam masa kampanye atau konsolidasi adalah waktu yang cukup panjang” katanya sambil tersenyum.

Kader terbaik dari PKS ini mengakui, bersama bakal calon wakil Gubernur Majid Hussein (MAJU) hingga kini masih menahan diri hingga menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Maluku Utara menetapkan secara resmi calon gubernur dan wakil gubernur pada 12 Februari 2018, mendatang.

“Jadi kita hentikan sementara aktifitas politiknya,” jelas pria kelahiran Bibinoi, Halmahera Selatan 24 september itu.

Maluku Utara Butuh Revitalisasi

Bakal Calon Gubernur Maluku Utara, Muhammad Kasuba (MK) mengeluarkan statemen mengenai pelintiran pemberitaan media soal motivasi dirinya ikut dalam bursa Pilgub.

MK menjelaskan, bahwa pihaknya memiliki itikad baik menyalurkan gagasan-gagasan untuk kemajuan pembangunan daerah.

“Hadir memberi solusi yang terbaik untuk membangun Maluku Utara,” katanya.

Melihat kondisi objektif Maluku Utara saat ini, lanjut MK, Maluku Utara butuh revitalisasi, baik gagasan perencanaan, strategi pembangunan. Kemudian bisa melihat banyak potensi besar yang harus dikapitalisasi menjadi suatu yang bisa memberi manfaat kepada masyarakat Maluku Utara.

“Motivasi kami, segudang pikiran dan gagasan besar yang harus disalurkan atau dijalankan. Untuk itu, membutuhkan wadah dan proses formal seperti melalui demokrasi politik saat ini,” terang Mantan Bupati Halmahera Selatan periode 2005-2016.

‘Desa Cerdas’ berawal dari Ide Gemilang 

Saat menjabat Bupati Halmahera Selatan, MK memberikan perhatian lebih pada dunia pendidikan. Salah satunya adalah program Indonesia Mengajar yang diadopsi menjadi Desa Cerdas untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia oleh seorang kepala daerah di Halmahera Selatan.

”Gagasan Indonesia Mengajar sangat efektif untuk mengubah sistem pendidikan di sekolah-sekolah dasar. Sistem pengajarannya sangat kreatif dan bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap MK.

Menciptakan program Desa Cerdas, papar MK, sistemnya dijalankan dengan merekrut pemuda-pemuda dari seluruh Indonesia. Seleksinya secara online. Yang dipilih adalah para sarjana dengan berbagai latar belakang.

”Saat itu kami merekrut puluhan pemuda. Mereka datang dari berbagai daerah, Mereka bekerja di bawah pengawasan bupati secara langsung. Bukan di bawah dinas pendidikan,” jelas MK.

Seperti halnya pengajar muda di Indonesia Mengajar, para pemuda yang direkrut dalam program Desa Cerdas tersebut disebar ke sekolah-sekolah di desa-desa seantero Halmahera Selatan. Para pemuda itu memberikan pembelajaran ke sekolah-sekolah. Mereka juga melakukan sharing dengan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) dinas pendidikan di masing-masing desa.

”Dari mereka, kami mengharapkan ada akselerasi SDM (sumber daya manusia). Mereka yang datang dari luar kami harapkan bisa share pengalaman dan ilmu dengan anak-anak di sini,” ungkapnya.

Program Desa Cerdas tersebut tidak berjalan sendiri. MK saat menjabat Bupati memadukannya dengan mengontrak para penyuluh agama. Tak kurang dari 30 penyuluh agama yang direkrut. Mereka ditempatkan di masing-masing kecamatan.

Tugasnya tidak hanya mendampingi masyarakat dalam pembelajaran agama, tapi juga berbagi ilmu tentang hal-hal lain di luar agama. Misalnya, tentang hidup sehat dan tata kelola keuangan.

”Pendidikan kan kompleks. Karena itu, kami melakukan ini. Dengan memadukan program Desa Cerdas dan penyuluh agama, yang mendapat ilmu bukan saja anak-anak sekolah, tapi juga masyarakat secara keseluruhan,” papar MK yang pernah anggota DPRD provinsi Maluku Utara periode 1999-2009.

Dengan langkah tersebut, MK ingin masyarakatnya, terutama anak-anak, tidak lagi terbelakang.

”Melalui program itu, kami ingin melihat anak-anak Halmahera Selatan berprestasi, kreatif, dan tentu saja mampu bersaing dengan anak-anak dari daerah lain,” ungkapnya.

MK dan Peta Politik

Ketika partai mengamanatkan kepada dirinya untuk ikut dalam bursa pilkada Maluku Utara 2018, MK mengungkapkan hal itu adalah tugas partai yang diberikan kepadanya untuk menjalankan dan memenangkan.

“Saya diberi tugas oleh partai politik (PKS) untuk mengelolah kawasan Maluku Utara, amanat untuk menjalankan tugas,” katanya.

Jadi, lanjut MK, tidak akan mungkin mundur atau di berikan tugas ini kepada orang lain.

Sosok yang dikenal tegas ini menilai, partai melihat dirinya sebagai salah satu kader yang bisa diberi amanah sehingga meyerahkan partai tersebut untuk memenangkan Pilkada ini.

Ketika ditanya bagaimana dengan peta kekuatan di Kabupaten Halmahera Selatan, Paman dari Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba ini menjawab sambil mengutip pribahasa “Gajah mati, tingal gading. Manusia mati, tingal nama”.

Ia mengatakan dalam kepemimpinanya, banyak hal yang dia lakukan untuk masyarakat Halsel. Hal itu menjadi kesan baik dimasa kepemimpinannya.

“Dua periode masih sangat positif untuk dukungan masyarakat atas dirinya bersama balon wagub Majid. Saya masih berprasangka baik. Untuk Survei Halsel, saya masih tinggi.” jelasnya.

Berbeda dengan daerah lainnya, Ia mengakui bersama tim pemenangan akan melakukan sosialisasi dan konsolidasi secara baik dan tepat.

“Walau membutuhkan waktu, kita akan melakukannya secara efektif hingga keluar sebagai pemenang dalam Pilkada Maluku Utara 2018”, tutupnya.

(dw)

Berita Lainnya
Pemkot Arahkan Investor ke Wilayah Ternate Selatan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) mengarahkan investo...
Pemkot Ternate Tuntaskan 22 Hektare Kawasan Kumuh TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) hingga akhir 2018 t...
Polres Ternate Raih Predikat Zona WBK TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberik...
Walikota ajak Masyarakat jaga Terumbu Karang di Jikomalamo TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengajak masyarakat untuk menjaga teru...
KNPI Tidore Canangkan Pemuda Pengawal Pemilu TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Mal...
Kanal: Maluku Utara Pilkada