Loading...

Pemkab Halmahera Selatan berupaya Turunkan Angka Stunting

LABUHA, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) berupaya melakukan penguatan regulasi percepatan dalam penurunan angka stunting.

Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba dalam siaran pers yang diterima Antara di Ternate, Sabtu, mengatakan, pimpinan SKPD yang merupakan Tim Penanggulangan Stunting serta para Kepala Puskesmas dan Camat Locus Stunting se-kabupaten Halmahera Selatan serta yang mewakili Kepala Desa dari 20 Locus Stunting baik nasional maupun provinsi memiliki tanggung jawab tanggulangi penyakit stunting.

“Ini sudah menjadi tanggung jawab dan perhatian kita bersama karena stunting merupakan problema negara termasuk Indonesia. Dari 100 kabupaten/kota di Indonesia, Halmahera Selatan termasuk yang terindikasi stunting dan mewakili Provinsi Malut ditunjuk sebagai Locus Stunting atau daerah yang terindikasi stunting,” jelasnya.

Menurut bupati, ini berarti bukan suatu prestasi yang membanggakan tetapi harus menjadi perhatian serius bagi lintas sektor sehingga sangat penting terutama bagi beberapa dinas yang harus bersama-sama menangani masalah serius tersebut karena ini juga menyangkut gizi yang merupakan fondasi dari pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Kalau masyarakat kita banyak yang stunting bagaimana kita bisa maju, kita harus memanfaatkan fasilitas negara dengan baik agar masyarakat sejahtera dan terhindar dari stunting,” terangnya.

Dia berharap, kegiatan yang menjadi program pembangunan nasional termasuk stunting dapat menjadi perhatian semua lintas sektor baik pemerintah maupun locus-locus stunting yang telah dibentuk agar kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat sehingga Halmahera Selatan lebih jaya kedepannya

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Ahmad Radjak melaporkan bahwa secara nasional 100 kabupaten/kota yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo harus melaksanakan penanggulangan stunting, dimana untuk Provinsi Malut hanya Kabupaten Halmahera Selatan dan pada 2019 akan bertambah satu yaitu di Kabupaten Sula.

“Secara kasus stunting Halmahera Selatan berada di urutan ketiga sedangkan secara absolut Halmahera Selatan berada dalam jumlah terbanyak karena jumlah penduduk yang juga terbesar diantara kabupaten lain di Provinsi Malut, olehnya itu secara nasional ditetapkan sebagai locus stunting penanggulangan di Malut adalah Halmahera Selatan,” tambahnya.

Berita Lainnya
Maluku Utara masuk zona rawan konflik Pemilu TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Polda Maluku Utara (Malut) menyatakan provinsi ini masuk dalam zona rawan ...
Kepulauan Sula fokus budi daya ikan dan rumput laut TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepuluan Sula, Maluku Utara, ...
Muhammad Kasuba akan Wujudkan Malut Lebih Sejahtera LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari P...
Pengamat: Masyarakat Menanti Kejutan Debat Capres tanpa Kisi-Kisi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Minggu malam...
Wali Kota Ternate Agendakan Triathlon Jadi Event Tahunan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Walikota Ternate Burhan Abdurahman mengagendakan event perlombaan Triathlo...
Kanal: Maluku Utara