Loading...

Pemprov diminta Realisasikan Pembangunan Jembatan Temadore

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) diminta merealisasikan rencana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Ternate, Pulau Maitara dan Pulau Tidore atau jembatan Temadore.

“Pemkot Tidore Kepulauan dan Pemkot Ternate juga diharapkan pro-aktif melakukan komunikasi dengan Pemprov Malut terkait rencana pembangunan jembatan Temadore itu, agar dapat direalisasikan secepatnya,” kata Tokoh Masyarakat dari Tidore Kepulauan, Muhammad Said di Ternate, Sabtu.

Kalau jembatan dengan panjang 1000 meter lebih itu, dapat direalisasikan, selain akan melancarkan mobilitas masyarakat di Pulau Ternate, Pulau Maitara dan Pulau Tidore, juga akan mendukung pengembangan aktivitas usaha dan ekonomi di ketiga pulau.

Menurut dia, akses transportasi antar ketiga pulau tersebut dengan menggunakan kapal feri dan speedboat selama ini cukup lancar, tetapi tidak beroperasi selama 24 jam, sehingga menyulitkan masyarakat yang memiliki urusan mendesak saat kapal feri atau speedboat tidak beroperasi.

Selain itu, pada musim keras ombak, khusus untuk angkutan speedboat sering tidak diizinkan beroperasi, sehingga juga menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat yang ingin berpergian dari Ternate ke Tidore atau sebaliknya, tetapi kalau sudah jembatan Temadore semua kendala seperti itu tidak akan terjadi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tidore Kepulauan, Muhammad Ade Soleman, rencana pembangunan jembatan Temadore itu masih dalam pengkajian, baik oleh Pemprov Malut maupun Pemkot Tidore Kepulauan dan Pemkot Ternate, sehingga belum dapat dipastikan kapan akan direalisasi.

Pengkajian itu tidak hanya mengenai anggaran pembangunan dan teknik konstruksinya, tetapi juga lokasinya apakah termasuk bentangan jembatannya apakah langsung dari Ternate ke Tidore atau menyinggahi Pulau Maitara seperti rencan semula.

“Kita berharap pemerintah pusat mendukung penuh rencana pembangunan jembatan Temadore tersebut, terutama dari segi anggarannya, karena tidak akan sanggup kalau hanya ditanggung Pemprov Malut, Pemkot Tidore Kepulauan dan Pemkot Ternate,” katanya.

Rencana pembangunan jembatan Temadore tersebut mendapat penolakan dari para pelaku usaha jasa transportasi speedboat, khususnya yang melayani rute Ternate – Tidore atau sebaliknya, karena akan mematikan kelangsungan usaha mereka.

Berita Lainnya
Maluku Utara masuk zona rawan konflik Pemilu TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Polda Maluku Utara (Malut) menyatakan provinsi ini masuk dalam zona rawan ...
Kepulauan Sula fokus budi daya ikan dan rumput laut TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepuluan Sula, Maluku Utara, ...
Muhammad Kasuba akan Wujudkan Malut Lebih Sejahtera LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari P...
Pengamat: Masyarakat Menanti Kejutan Debat Capres tanpa Kisi-Kisi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Minggu malam...
Wali Kota Ternate Agendakan Triathlon Jadi Event Tahunan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Walikota Ternate Burhan Abdurahman mengagendakan event perlombaan Triathlo...
Kanal: Maluku Utara