Loading...

Pemprov Malut diminta Batasi Pengiriman Sapi Potong

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Maluku Utara diminta untuk membatasi pengiriman sapi potong keluar Malut pada Desember ini untuk menjaga ketersediaan daging sapi di daerah ini menghadapi Natal dan Tahun Baru.

“Kalau pengiriman sapi potong keluar Malut tidak dibatasi, dikhawatirkan penyediaan sapi potong untuk penenuhan kebutuhan daging sapi di daerah ini menghadapi Natal dan Tahun Baru akan berkurang,” kata salah seorang pedagang daging sapi di Malut, Hairudin di Ternate, Kamis.

Akibatnya harga daging sapi akan melonjak, karena sesuai hukum pasar jika permintaan konsumen meningkat dan stok kurang pasti terjadi kenaikan harga dan itu jelas akan membebani masyarakat.

Ia juga meminta Pemprov Malut untuk tidak membiarkan para pengusaha sapi potong dari provinsi lain turun langsung membeli sapi potong ke peternak, karena akan mendorong para peternak untuk menaikkan harga sapi potong diluar harga ideal.

Pengalaman selama ini jika pengusaha sapi potong dari luar Malut turun langsung membeli sapi potong di peternak saat menghadapi hari besar keagamaan, harga sapi potong yang normal untuk ukuran sedang Rp9 juta per ekor naik sampai Rp12 juta per ekor.

Para pedagang sapi potong di Malut, kata Hairudin, terpaksa membeli dengan harga seperti itu untuk bisa mendapatkan sapi potong, tetapi konsekuensinya para pedagang sapi harus menaikkan harga jual daging sapi yang pada gilirannya masyarakat terpaksa mengeluarkan uang lebih besar untuk membeli daging sapi.

Harga daging sapi di Malut, khususnya di Ternate hingga saat ini masih normal Rp110 ribu per kg, tetapi kalau pengiriman sapi potong keluar Malut tidak dibatasi dan pengusaha sapi potong dari luar Malut dibiarkan langsung membeli ke peternak, menjelang Natal dan Tahun Baru nanti harganya bisa naik sampai di atas Rp130 ribu per kg.

Sebelumnya Dinas Pertanian Malut memastikan bahwa walaupun pengiriman sapi potong keluar Malut tetap dilakukan, tidak akan mempengaruhin pemenuhan kebutuhan daging sapi di Malut karena stok sapi populasi sapi potong di daerah ini cukup banyak.

Di Malut setiap tahua tersedia sapi potong untuk produksi, sekitar 5.000 ekor di antaranya untuk kebutuhan di Malut dan selebihnya dikirim ke provinsi lain, seperti Sulawesi, Kalimantan dan Papua.

Berita Lainnya
Pemkot Arahkan Investor ke Wilayah Ternate Selatan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) mengarahkan investo...
Pemkot Ternate Tuntaskan 22 Hektare Kawasan Kumuh TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara (Malut) hingga akhir 2018 t...
Polres Ternate Raih Predikat Zona WBK TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberik...
Walikota ajak Masyarakat jaga Terumbu Karang di Jikomalamo TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengajak masyarakat untuk menjaga teru...
KNPI Tidore Canangkan Pemuda Pengawal Pemilu TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Mal...
Kanal: Maluku Utara