Loading...

Pemprov Malut Janji Upayakan Kenaikan Harga Kopra

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) berjanji mengupayakan kenaikan harga kopra untuk peningkatan kesejahteraan petani, menyusul rendahnya harga komoditas tersebut di pasaran.
“Kami telah membentuk tim terpadu dari SKPD terkait untuk perjuangkan kenaikan harga kopra yang saat ini masih berada di angka Rp3000 per kg,” kata Sekprov Malut, Muabdin A Radjab saat menemui ribuan massa yang menggelar aksi di depan Kediaman Gubernur Malut di Ternate, Kamis.

Menurut dia, tim terpadu yang dibentuk ini akan mengecek seluruh harga komoditi kopra di pengusaha pengumpul hasil bumi di wilayah Malut dan berbagai daerah lainnya seperti Sulawesi Utara dan Surabaya.

Sebab, sesuai data yang diperoleh harga kopra di Sulawesi Utara mencapai Rp7.000 per kg dan Surabaya Rp11.000 per kg, sehingga Pemprov Malut akan menyiapkan fasilitas berupa truk dan kapal untuk menjual komoditi petani asal Malut.

Di hadapan ribuan massa tersebut, Sekprov Malut yang didampingi Kadis Pangan Pemprov Malut, Syaiful Turuy berjanji Malut langsung mengambil langkah konkrit dengan menyediakan 10 unit truk untuk mengangkut kopra kemudian di jual ke Surabaya maupun Sulawesi Utara dengan menggunakan biaya Pemprov Malut.

“Kami memiliki fasilitas tol laut, sehingga pemprov akan menyediakan transportasi melalui mobil truk untuk dijual dengan harga tinggi, sehingga bisa memberi kemakmuran bagi petani di Malut,” ujarnya.

Sebab, turunnya harga Kopra sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Malut, sehingga anak petani banyak yang putus sekolah dan kuliah. Bahkan, penurunan harga kopra juga bisa mempengaruhi minat bertani masyarakat atau membuat mereka menjual tanahnya untuk pemerintah dan akhirnya melahirkan kebijakan pertambangan serta memasukan kelapa sawit.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD – RI, Letjen TNI (Mar) Purn Nono Sampono mengatakan, pemerintah harus mengantisipasi anjloknya harga kopra di Malut, sehingga pengaruhi peningkatan dan kesejahtaraan masyarakat.

“Ini telah menjadi masalah nasional, bahkan petani di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo dan Riau, mengeluh soal anjloknya harga Kopra dan Negara segera turun tangan,” katanya usai menggelar kunjungan kerjanya di Malut.

Dia menyatakan, anjloknya harga Kopra berdampak pada banyak orang, terutama bagi Mahasiswa yang sedang kuliah, karena itu adalah masalah, kenapa mereka turun jalan semua.

“Saya kira itu pantas mereka turun dan bersuara keras serta tugas kami mengingatkan pemerintah dan mencari solusi,” ujarnya.

Oleh karena itu, dengan adanya kasus ini, Negara segera turun tangan dalam menyelesaikan persoalan tersebut dan harga dulu diperbaiki dan Negara harus turun tangan.

Berita Lainnya
BPS: 216 Desa di Malut Tercemar Limbah Pertambangan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM , Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) menyatakan, sebanyak 216 ...
BPS Catat Potensi 1.196 Desa di Maluku Utara TERNATE, TAJUKTIMUR.COM -Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat hasil Potensi Des...
Pemkot Ternate mulai bangun Plaza Gamalama TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate, Maluku Utara,...
Dandim 1508/Tobelo Membuka Apel Danramil Dan Babinsa Tersebar TIBELO, TAJUKTIMUR.COM - Dalam rangka meningkatkan pembinaan teritorial sebagai fungsi utama TNI-AD,...
Prajurit TNI di Maluku Utara Tanam Ribuan Pohon TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Prajurit TNI dari Korem 152/Babullah dan jajaran Kodim melaksanakan kegiat...
Kanal: Maluku Utara