Loading...

Pertamina Resmikan Tiga Penyalur BBM di Maluku Utara

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – PT Pertamina (Persero) meresmikan tiga lembaga penyalur sekaligus mendukung Program BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di seluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara.

“Pertamina meresmikan tiga Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di tiga lokasi berbeda yakni di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Kabupaten Asmat, Papua dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito.

Peresmian tiga Lembaga Penyalur BBM Satu Harga tersebut dilaksanakan secara serentak di Desa Waiboga, Kecamatan Sulawesi Tengah, Maluku Utara.

Hadir dalam peresmian ini Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, Direktur BBM Kementerian ESDM Patuan Alfon, anggota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edy, Bupati Hendrata Theis, Perwakilan Project Coordinator BBM Satu Harga Pertamina Gunawan Wibisono dan Marketing Branch Manager Pertamina MOR VIII Dody Brilianto.

Sama seperti titik lembaga penyalur lainnya dalam Program BBM satu harga ini, tiga SPBU tersebut berjenis kompak dan terletak di daerah yang sulit diakses.

Untuk suplai SPBU tersebut, Pertamina mengirim BBM dari Terminal BBM dengan menempuh medan perjalanan yang sangat ekstrim melalui perjalanan yang sulit ditempuh dengan truk tangki bahkan dengan berbagai kombinasi moda laut dan udara.

Adiatma Sardjito menyatakan peresmian Lembaga Penyalur BBM Satu Harga merupakan komitmen Pertamina untuk menjalankan tugas dari Pemerintah dalam rangka memberikan keadilan energi bagi masyarakat sekaligus menjaga kedaulatan energi di seluruh pelosok negeri.

“Tahun 2017, Pertamina sudah mengoperasikan 54 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga, dan tahun 2018 ditargetkan sebanyak 67 Lembaga Penyalur hingga Pertengahan 2018, Pertamina sudah mengoperasikan 9 titik BBM Satu Harga,” ujar Adiatma.

Pertamina, kata Adiatma, menargetkan akan meresmikan 18 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga? pada bulan Agustus serta 40 Lembaga Penyalur pada bulan September, sehingga total 67 Lembaga Penyalur akan tuntas sebelum akhir tahun.

Sementara itu, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menegaskan bahwa pembangunan SPBU di wilayah 3T ini bukan merupakan hal yang mudah mengingat kondisi geografis yang sulit dan ongkos angkut yang tinggi sehingga perlu diperhatikan agar tepat sasaran.

“Perlu ada monitoring dari Pemerintah Daerah dan Aparat agar penyaluran BBM Satu Harga ini tepat sasaran,” kata Fanshurullah.

Berita Lainnya
Pemprov Maluku Utara Janji Bayar TPP Enam Bulan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Maluku Utara berjanji membayar Tunjangan Perbaikan Pen...
Polisi Sita Minuman Keras dari KM Kieraha TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Aparat Kepolisian Polsek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara (Malut...
TPID Ternate Jamin Ketersediaan Sembako di Maluku Utara TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Ternate, Maluku Utara (Malut), menjam...
Pertamina Hentikan Penyaluran BBM ke SPBU Kalumata TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pertamina Maluku Utara (Malut), menghentikan penyaluran Bahan Bakar Minyak...
Pengamat: Pemprov Malut harus beli kopra petani TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pengamat ekonomi dari Universitas Khairun (Ukhair) Ternate Muhtar Adam men...
Kanal: Maluku Utara