Loading...

Petani Boikot Jalan Trans Tobelo-Galela

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Para petani yang tergabung dalam Pergerakan Petani Kopra (PPK) Tarakani di seluruh wilayah Galela kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut) memboikot jalan trans Tobelo-Galela sebagai protes atas anjloknya harga kopra di daerah itu.

“Sudah hampir satu tahun, kami menderita. Bahkan anak-anak kami yang kuliah di luar daerah pun terpaksa kembali karena kurangnya biaya pendidikan, makanya terpaksa melakukan aksi ini karena pemerintah hanya berpangku tangan melihat kesengsaraan rakyatnya,” kata Koordintor Petani, Evan dihubungi saat menggelar aksinya di Halut, Rabu.

Betapa tidak, akses satu-satunya penghubung antara Tobelo – Galela, tepatnya di desa Mamuya, Kecamatan Galela di palang menggunakan ratusan batang kelapa, buah kelapa, serta batang pisang untuk menghadang para pengendara yang melintas.

Tidak sedikit pula terlihat para ASN asal Galela yang tidak bisa berkantor atas dampak aksi yang dilakukan para pendemo yang menilai lemahnya peran pemerintah dalam mengatur serta mencari solusi atas anjloknya harga komoditi unggulan daerah seperti kopra yang mencekik sosial-ekonomi masyarakat, khususnya para petani kelapa.

Menurutnya, 10 bulan anjloknya harga kopra merupakan rentan waktu yang cukup lama untuk mencari solusi, bukan menunggu hingga masyarakat melakukan aksi protes kepada pemerintah baru melakukan rapat serta pembentukan Tim kajian bahas mengenai solusi kenaikan harga kopra.

Massa petani yang tergabung dalam Pergerakan Petani Kopra (PPK) Tarakani di seluruh wilayah Galela kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut) memboikot jalan trans Tobelo-Galela sebagai protes atas anjloknya harga kopra. (foto: riski/ist)

 

Aksi ini di kawal oleh puluhan personil Shabara yang melakukan siaga di lokasi pemboikotan yang dilaksanakan sejak pagi ini.

Sedangkan, Sekda Halut, Fredy Tjandua ketika dikonfirmasi mengatakan, langkah pemerintah daerah saat ini tengah melakukan kajian serta mencari solusi jangka pendek, namun masih di lihat lagi, sub faktor penyebab anjloknya harga kopra yang saat ini sangat memprihatinkan.

“Pemda sendiri tidak akan diam saja menanggapi persoalan rakyat nya, yang jelas akan berupaya maksimal untuk mencari solusi jangka pendeknya dulu. Hingga solusi jangka panjang yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat khususnya para petani,” katanya.

Harga kopra di Tobelo saat ini bervariasi dari Rp2.200 – Rp3.000 per Kg, menyusul Rp7.000 – Rp9.000 per Kg.

Berita Lainnya
Dishub Ternate Tertibkan Parkir Liar TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Maluku Utara akan menertibkan par...
Pembangunan Jembatan ‘Temadore’ akan Terwujud TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menyatakan, rencana pem...
Pemkab Halmahera Selatan Gelar Program Inovasi Desa LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemkab Halmahera Selatan (Halsel)...
Danrem 152/Babullah: Netralitas TNI Harga Mati TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komandan Korem (Danrem) 152/Babullah, Kolonel Inf Endro Satoto menegaskan ...
KPU Malut Tetapkan AGK-YA Pemenang Pilkada 2018 TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara (Malut) menetapkan pasangan calon...
Kanal: Maluku Utara