Loading...

Peternak di Malut Minta Pengiriman Sapi Potong Tidak Dibatasi

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM – Para peternak sapi di Maluku Utara (Malut) meminta pemerintah setempat tidak membatasi pengiriman sapi potong keluar daerah agar peternak leluasa menjual sapinya dengan harga yang layak.

“Kalau pengiriman sapi potong keluar daerah dibatasi akan menyulitkan peternak yang ingin menjual sapinya, karena pengusaha sapi potong dari luar daerah tidak lagi bebas datang membeli sapi potong di Malut,” kata salah seorang peternak sapi asal Halmahera Utara, Hasan di Ternate, Minggu ketika ditemui wartawan Antara.

Permintaan itu disampaikan menyusul adanya desakan dari Asosiasi Pengusaha Sapi Potong kepada Pemprov Malut untuk membatasi pengiriman sapi potong keluar daerah dengan alasan untuk menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga daging sapi di daerah ini.

Menurut dia, sejak pengusaha sapi potong dari luar Malut, dari Sulawesi dan Kalimantan leluasa datang membeli langsung sapi di Malut, para peternak tidak kesulitan menjual sapi dan harganya pun sangat menguntungkan peternak.

Para pengusaha sapi potong dari luar Malut bersedia membeli sapi yang dijual peternak seharga Rp12 juta per ekor, sedangkan para pengusaha sapi potong setempat paling mahal membeli seharga Rp10 juta per ekor.

Kepala Dinas Pertanian Malut, Idham Umasangadji mengaku bahwa pihaknya tidak akan melarangan pengiriman sapi potong keluar Malut, karena populasi sapi potong di daerah ini cukup banyak dan melebihi kebutuhan konsumsi lokal.

Populasi sapi potong di Malut saat ini tercatat lebih dari 60 ribu ekor dan setiap tahunnya tersedia stok sapi potong untuk produksi sedikitnya 10 ribu ekor, sekitar 5 ribu ekor di antaranya untuk kebutuhan lokal dan selebihinya diarahkan untuk keluar daerah.

“Tetapi khusus pada momentum hari besar keagamaan, seperti Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha pengiriman sapi potong memang dibatasi untuk menjamin ketersediaan stok baik untuk kebutuhan hewan kurban maupun daging sapi di daerah ini,” katanya.

Berita Lainnya
Masyarakat Obi sulit dapat BBM harga standar TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Masyarakat Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut) ke...
Dinas Sosial dan Polda awasi Bansos di Maluku Utara TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Sosial menggadeng Polda Maluku Utara (Malut) untuk mengawasi penyalu...
Optimalisasi dan pemanfaatan CSR terhadap Daerah Maluku Utara TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Forum Mahasiswa Lingkar Tambang (Formalintang) bersama dengan Pemerintah P...
Diskominfo Maluku Utara Sediakan Internet Murah TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemprov Maluku Utara (Malut) b...
Festival Kota Kreaktif Indonesia 2019, Promosi Budaya Ternate TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Festival Kota Kreatif Indonesia 2019 di Ternate, Maluku Utara dijadikan aj...
Kanal: Maluku Utara