Loading...

Polres Morotai Sita 82 Satwa Dilindungi

MOROTAI, TAJUKTIMUR.COM – Kepolisian Resor Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyita sedikitnya 82 ekor satwa dilindungi yang tengah diperjualbelikan untuk kemudian diserahkan ke Balai Karantina Ternate

“Semua barang bukti yang disita berupa burung kaka tua putih lima ekor, nuri bayan (25), kasturi ternate (44) dan nuri kalung ungu delapan ekor,” kata Kapolres Pulau Morotai AKBP M Sitanggang di Ternate, Selasa.

Menurut dia, puluhan satwa yang dilindungi itu dibawa ke Balai Karantina Ternate, karena di Pulau Morotai tidak ada tempat untuk menampung.

Polres Morotai berhasil mengamankan satwa dilindungi tersebut setelah mendapat laporan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Morotai terkait adanya sejumlah jenis burung langka di Kabupaten Pulau Morotai yang diperjualbelikan.

Anggota Polres Morotai langsung bergerak cepat turun ke lokasi, di mana burung-burung tersebut diperjualbelikan.

Tim Reserse yang turun ke lapangan dan tempat lokasi burung-burung yang diperjualbelikan berhasil menyita puluhan ekor sekaligus mengamankan oknum berinisial M, penjual burung langka tersebut.

Selain burung langka, puluhan kura-kura langka juga ikut disita, tetapi kura-kura tersebut sudah dilepas di Pulau Galo-Galo dan oknumnya tetap diproses hukum.

Polres Morotai meminta BKSDA turun ke masyarakat dan melakukan sosialisasi, karena sebagian besar masyarakat Morotai belum mengetahui satwa langka yang dilindungi undang-undang atau tidak boleh diperjualbelikan.

Menurut dia, pihaknya memilih menyerahkan puluhan ekor burung langka itu ke karantina untuk dipelihara, karena jika ditahan dikhawatirkan burung-burung tersebut bakal mati.

Saat dikonfirmasi wartawan, apakah oknum penjual juga ikut ditahan, Kapolres mengaku belum ditahan karena masih dimintai keterangan, namun Kapolres memastikan kasus ini bakal diproses lebih lanjut untuk memberi efek jera kepada yang lainnya.

Pelaku akan dijerat pasal 1 ayat 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimal lima tahun dan denda Rp100 juta.

Berita Lainnya
Pemprov diminta Realisasikan Pembangunan Jembatan Temadore TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) diminta merealisasikan ...
Gubernur Malut Instruksikan Seluruh SKPD Fokus Kerja TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba menginstruksikan ke seluruh Satuan...
BPS: Angka kemiskinan di Maluku Utara meningkat TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat angka kemiskinan...
Empat Bulan Jasa Medis di RSUD Belum Terbayar TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Halmahera Utara M...
60 Ribu Warga Halut belum Rekaman e-KTP TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku ...
Kanal: Maluku Utara