Loading...

Serikat Petani Halmahera Utara Desak pengembalian lahan 2.000 Hektare

GALELA, TAJUKTIMUR.COM – Petani yang tergabung dalam Serikat Petani Galela di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara bersama mahasiswa Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) menggelar aksi unjuk rasa menuntut pengembalian lahan seluas 2.000 hektare yang telah dirampas PT KSO Capitol Kasagro.

Aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur di Sofifi, Kamis mendesak Gubernur Abdul Ghani Kasuba mengembalikan lahan milik petani tersebut.

Koordinator lapangan aksi, Elfis Guruh dalam orasinya menyampaikan ada 11 poin pernyataan sikap, salah satunya mendesak Gubernur untuk segera mengembalikan lahan petani Galela seluas 2.000 hektar yang dirampas PT KSO Capitol Casagro.

“Jika semua langkah mengalami kendala, tidak dipenuhi atau bahkan dihalang-halangi maka perwakilan-perwakilan petani Galela akan menghadap langsung Presiden di Jakarta untuk mengadukan nasib yang selama ini dialami dan penindasan yang terus berlangsung,” kata Elfis.

Massa aksi yang didalamnya terdapat puluhan ibu-ibu yang membawa anaknya, tergabung dalam 10 desa di Kecamatan Galela yang terdiri dari, Desa Soa-sio, Barataku, Toweka, Simau, Ngidiho, Limau, Lalonga, Gotaloma, Duma, Dokulamo dan Kira, memulai aksi sekitar pukul 10.00 wit, dilakukan jalan kaki dari kampus Universitas Bumi Hijrah menuju kantor Gubernur.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub), Muhammad Natsir Thaib saat bertemu dengan massa aksi menyampaikan, tuntutan massa aksi akan ditindak lanjuti segera mungkin, akan tetapi, harus melalui mekanisme atau payung hukum yang berlaku.

“Saya akan buat rapat bersama Pemda Halut, Badan Pertanahan Nasional, dan pihak perusahaan untuk mencari akar permasalahan. Saya sudah perintahkan staf buat surat dalam waktu dekat,” ujar Natsir.

Namun, saat ditanya terkait komitmen massa aksi yang akan menginap di halaman kantor Gubernur sampai desakan mereka direspon Gubernur dan DPRD.

“Saya tidak izinkan mereka bermalam di halaman kantor Gubernur, kalau bermalam secara otomatis menggangu pelayanan,” katanya.

Namun demikian, massa aksi tetap melakukan niatnya untuk menginap di Gosale puncak sampai tuntutan mereka dipenuhi dan hingga pagi ini, massa aksi masih mendirikan tenda di luar halaman kantor Gubernur.

Berita Lainnya
Maluku Utara masuk zona rawan konflik Pemilu TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Polda Maluku Utara (Malut) menyatakan provinsi ini masuk dalam zona rawan ...
Kepulauan Sula fokus budi daya ikan dan rumput laut TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepuluan Sula, Maluku Utara, ...
Muhammad Kasuba akan Wujudkan Malut Lebih Sejahtera LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari P...
Pengamat: Masyarakat Menanti Kejutan Debat Capres tanpa Kisi-Kisi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Calon Presiden (Capres) Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada Minggu malam...
Wali Kota Ternate Agendakan Triathlon Jadi Event Tahunan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Walikota Ternate Burhan Abdurahman mengagendakan event perlombaan Triathlo...
Kanal: Maluku Utara