Loading...

Stok Darah PMI Ternate Menipis

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM —- Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) RSU Chasan Boesoerie Ternate, Maluku Utara (Malut), hingga menjelang lebaran ini menipis terutama untuk stok darah golongan A dan AB.

“Kami telah sampaikan ke keluarga pasien yang membutuhkan darah saat menjalani operasi sebaiknya membawa keluarga sesuai darah yang dibutuhkan untuk didonorkan, karena stok saat ini menipis,” kata Koordinator Pencari Pelestarian Donor Darah Sukarela, Unit Donor Darah PMI Malut, Sunita U Gani di Ternate, Jumat.

Pihaknya menyatakan, saat ini pasien yang dirawat di RSUD Chasan Boesoerie yang membutuhkan darah telah diimbau untuk membawa pasien yang memiliki golongan darah yang sama, kecuali untuk golongan darah A masih tersedia di Unit Donor Darah.

Dia mengatakan,selama Ramadan menipis dan tersisa 100 kantong, seharusnya minimal di atas 300 kantong darah untuk kebutuhan selama sebulan.

Oleh karena itu, stok darah tersebut hanya diberikan kepada pasien yang emergency, untuk yang tidak emergency sangat disarankan untuk membawa pendonor pengganti dari keluarga pasien.

Dia mengakui, pihaknya, Stok darah tersebut merupakan hasil donor sebelum Ramadan dari sejumlah instansi di Malut, seperti dari karyawan Bank Indonesia, Kejati Malut dan TNI-AD.

Ia mengatakan, setiap Ramadan memang stok darah di PMI selalu terbatas karena masyarakat khususnya umat Muslim tidak mau mendonorkan darahnya karena sedang melaksanakan ibadah puasa.

Bahkan, PMI Malut sebenarnya mengantisipasi hal tersebut dengan mengupayakan donor darah sebelum Ramadan. PMI bekerja sama dengan sejumlah pihak.

Namun, karena adanya permintaan darah dari RSUD Chasan Boesoerie Ternate dan sejumlah RSUD lainnya di Ternate, maka stok tersebut terus berkurang dan saat ini tersisa 70 kantong.

“Kami juga berharap agar usai Ramadan nanti, permintaan darah dari RSUD tidak banyak, sehingga stok darah yang ada di PMI itu bisa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien lainnya,” kata Sunita.

Upaya lain yang dilakukan PMI untuk mengatasi menipisnya stok darah tersebut adalah mendorong keluarga pasien yang membutuhkan darah untuk mendatangkan donor darah pengganti dari keluarga pasien.

Dia menambahkan, PMI akan kembali melakukan kegiatan donor darah setelah Idul Fitri dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti instansi pemerintah dan swasta agar stok darah di Unit Donor Darah RSUD Chasan Boesoerie bisa tersedia.

Berita Lainnya
Bawaslu Minta Gubernur Malut Tunda Kunjungan ke Daerah PSU TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maluku Utara (Malut) meminta Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba (AGK) untuk tidak melakukan kunjungan kerja (kuker...
KPU bersama Bawaslu Malut Gelar Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (MALUT) bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Malut, menggelar deklarasi kampaye dam...
Pemkot Tidore Targetkan Rp4 Miliar Pendapatan Sektor Perikanan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor perikanan pada 2019 mengalami peningkata...
KPU Malut: Ada 5 Surat Suara di Pemilu 2019 TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) hingga saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama masyarakat Malu...
Pertamina Cek Penyediaan Premium di SPBU Malut TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - PT Pertamina MOR VIII berjanji mengecek penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium yang tidak terjual di SPBU, menyusul adanya laporan me...
Kanal: Maluku Utara