Loading...

Temukan Bukti Baru, Polda Malut Batalkan SP3 Kasus Genset

TERNATE,TAJUKTIMUR.COM – Rencana Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk menghentikan atau SP3 penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mesin genset pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Malut akhirnya dibatalkan.

“Pembatalan SP3 kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mesin genset dari PT Antam ke Pemprov Malut sejak tahun 2011 itu karena, penyidik telah menemukan bukti atau novum baru dalam kasus tersebut,” kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadir Krimsus) Polda Malut Kombes Pol Dedi Kurnia, Sabtu (15/9/2018).

Dia menambahkan, bukti baru dalam kasus pengadaan mesin genset itu ditermukan dalam gelar perkara yang telah dilakukan pada bulan lalu.

“Jadi untuk kasus itu ada perbedaan pendapat dan BPK menyampaikan tidak bisa menghitung kerugian negara karena penyidik tidak bisa menimbulkan satu data untuk menghitung kerugian negara, namu dari hasil gelar yang saya pimpin, kita masih bisa menemukan nofum baru jadi kasus itu saya tegaskan belum ada SP,” tegasnya.

Dirinya juga menegaskan, meskipun dalam kasus tersebut belum di SP3 dan akan dilanjutkan dalam tahap penyelidikan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan ahli dari kelistrikan, karena, dalam satu hal yang menyangkut kelistrikan pastinya terdapat beberapa item. Salahsatunya kualitas dari barang tersebut.

Lajut Dedi Kurnia, jika telah menemukan keterangan ahli itu, pihaknya akan menyerahkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit kerugian negaranya dan bahkan kasus tersebut, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan BPKP beberapa waktu.

“Ini sudah menjadi agenda kita untuk menuntaskan, terserah nanti dari ahli, kalau hasilnya memang rugi atau tidak ya itu nanti mereka bagaimana hasilnya nanti,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, Jika dari hasil pemeriksaan ahli, dan ahli menyatakan tidak bisa membuktikan kerugian negaranya maka kasus itu akan di hentikan atau SP3 melalui gelar perkara, namun jika pengadaan genset itu kualitasnya tidak baik sesuai dengan yang ditentukan maka kasus itu akan ditindaklanjuti.

“Kalau memang produk yang dibeli itu tidak sesuai spek maka akan kami lanjutkan, yang pasti kami masih menunggu ahli saja,” tutupnya.

Berita Lainnya
Pemkab Halsel Serahkan Santunan bagi Keluarga Nelayan LABUHA, TAJUKTIMUR.COM - Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) Hi Bahrain Kasuba menyerahkan santunan klaim asuransi nelayan kepada ...
Gubernur Malut minta Keselamatan Transportasi Laut Diutamakan TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba meminta perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI agar lebih memperhat...
Dishub Berharap Investor Bangun Bandara di Maluku Utara TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Perhubungan (Dishub) Maluku Utara (Malut) mengharapkan adanya keterlibatan investor dalam pembangunan bandara di kabup...
MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di Maluku Utara JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Mahkamah Konstitusi meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) lantara...
Pemuda Maluku Utara Gelar Deklarasi Damai Pileg dan Pilpres 2019 TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) kota Ternate menggelar Deklarasi Pileg dan Pilpres 2019 Aman, Damai dan Sejuk di Taman ...
Kanal: Maluku Utara