Loading...

Warga Sesalkan Pembukaan WIFT di Babang

TERNATE (TAJUKTIMUR.COM) – Warga Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Hamahera Selatan, Maluku Utara (Malut) menyesalkan kebijakan pemerintah daerah setempat, yang menetapkan Babang sebagai tempat pelaksanaan pembukaan lomba mancing internasional atau Widi International Fishing Tournament (WIFT).

“Lomba mancing internasional itu, dilaksanakan di perairan Pulau Widi, yang merupakan bagian wilayah Kecamatan Gane Timur, tetapi mengapa tempat untuk acara pembukaannya di Babang, yang lokasinya sangat jauh dari Gane Timur,” kata salah seorang warga Gane Timur, Asrul di Ternate, Kamis.

Masyarakat Gane Timur dipastikan akan kesulitan untuk menyaksikan acara pembukaan lomba mancing internasional yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo itu, karena dari Gane Timur ke Babang membutuhkan biaya transportasi ratusan ribu rupiah, selain itu transportasi laut ke Babang sangat terbatas.

Menurut dia, WIFT yang akan berlangsung tanggal 25-29 Oktober 2017 itu, seharusnya tempat acara pembukaannya di Pulau Widi atau lokasi lainnya di wilayah Gane Timur, begitu pula untuk seluruh kegiatan lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan WIFT agar bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat.

Salah satu dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan kegiatan wisata, seperti WIFT itu adalah memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat, tetapi untuk penyelenggaraan WIFT dampak seperti itu tidak akan dirasakan masyarakat, karena hampir seluruh rangkaian kegiatannya dilaksanakan di daerah lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut, Buyung Rajilun mengatakan, acara pembukaan WIFT dilaksanakan di Babang, karena pertimbangan ketersediaan infrastruktur penunjang, termasuk akses bagi para peserta dan tamu yang akan menghadiri kegiatan itu.

Di Gane Timur infrastruktur listrik masih terbatas, begitu pula akses transportasi kesana belum memadai, terutama melalui transportasi darat, selain itu akomodasi berupa hotel atau penginapan belum ada.

Oleh karena itu, Buyung Rajilun mengimbau masyarakat di Gate Timur untuk tidak mempermasalahkan tempat pelaksanaan acara pembukaan WIFT karena pada akhirnya nanti masyarakat Gane Timur yang akan menikmati dampak dari pengembangan objek wisata Pulau Widi.

WIFT yang memperebutkan Piala Presiden RI itu, akan diikuti sedikitnya 300 pemancing profesional, yang tergabung dalam 51 club mancing, 13 club mancing di antaranya dari mancanegara, seperti Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Jepang dan Singapura.

(ant/and)

Berita Lainnya
Sandiaga: Kami Berkomitmen untuk tidak Mengambil Gaji se-rupiah pun JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno me...
Lembaga Penyiaran Diminta Ikuti Aturan Main di Masa Tenang Pemilu 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memasuki hari masa tenang Pemilu 2019, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) me...
Habib Rizieq Shihab Sampaikan 10 Alasan Prabowo-Sandi Disambut Rakyat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menyampaika...
Papua Gunakan Sistem Noken dalam Pemilu 2019 JAYAPURA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 12 kabupaten di Papua, dalam pemilu 17 April mendatang masih men...
Massa Pendukung 02 Siap #PutihkanGBK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalulintas JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk menghindari...
Kanal: Headline Maluku Utara