Loading...

Angkutan Online dan Konvensional Wajib Uji KIR

AMBON, TAJUKTIMUR.COM – Plt Kepala Dinas Perhubungan kota Ambon Roby Sapulette menyatakan, taksi penumpang konvensional maupun berbasis daring (online) wajib melakukan Uji Kelayakan Kendaraan (KIR).

“Uji KIR merupakan kewajiban kendaraan komersil serta bagian yang harus dipenuhi karena berkaitan dengan keselamatan penumpang,” katanya di Ambon, Kamis.

Menurut dia, angkutan sewa wajib memenuhi sejumlah aspek yang ada dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 108 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, termasuk melakukan uji KIR kendaraan.

Sistem uji KIR dimulai dari tahapan pengecekan identitas hingga penempelan stiker tanda lulus uji. Seluruh angkutan orang baik konvensional maupun online mesti melakukan uji KIR, guna mengecek kondisi kendaraan, sehingga pihaknya akan meminta pihak operator untuk melakukan uji KIR.

“Kita berharap setiap kendaraan komersil baik konvensional maupun taksi online untuk mematuhi aturan yang telah diberlakukan oleh pemerintah,” katanya.

Roby mengatakan, pihaknya juga akan mengimbau taksi konvensional wajib mempunyai badan usaha seperti koperasi angkutan taksi.

Pihaknya pada tahun 2019 juga akan memberlakukan penarikan retribusi parkir bagi taksi konvensional, karena membebani ruang jalan serta perlakuan yang sama bagi seluruh pengguna jalan.

“Kita juga telah memikirkan agar taksi diberikan logo atau stiker khusus, agar ada perbedaan antara taksi konvensional atau online, ” ujarnya.

Dishub Ambon sedang melakukan survei untuk menentukan kuota transportasi berbasis aplikasi “online ride sharing”.

Survei dilakukan untuk menentukan kuota kendaraan sesuai kebutuhan masyarakat, serta melihat kondisi arus lalu lintas di Ambon, mengingat jumlah kendaraan mengalami peningkatan, jika terjadi penumpukan kendaraan akan berdampak pada kemacetan.

Ditambahkannya, saat ini armada online baik grab maupun alfajek yang telah beroperasi di Ambon sebanyak 70 armada.

“Sedangkan untuk aplikasi gojek sampai saat ini belum melaporkan, karena mereka hanya meminta izin operasional untuk “Go Food dan Go Send” atau pengantaran makanan dan paket,” kata dia.

Berita Lainnya
BPOM Maluku Minta Pengusaha Penuhi Standar Kebersihan AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku meminta pelaku usaha untuk m...
Harga Barang Meroket, Ini Komentar BI Maluku AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Pedagang di Pasar Tradisional Kota Ambon, diminta tidak menaikan harga terla...
Bupati Malra dukung Kebijakan Bakar Kapal Ikan Ilegal LANGGUR, TAJUKTIMUR.COM - Bupati Maluku Tenggara (Malra) M. Thaher Hanubun menyatakan pihaknya setuj...
Wali Kota Ambon: Perhargaan Apresiasi Pemerintah Pusat kepada Daerah AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan penghargaan yang diraih dae...
Kapolda Maluku Bentuk Tim Asistensi Operasi Mercuri AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa membentuk tim asisten operasi mercuri ...
Kanal: Maluku