Loading...

Bawaslu Kabulkan Sebagian Gugatan Pasangan ‘Hebat’

AMBON (TAJUKTIMUR.COM) — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Maluku mengabulkan sebagian gugatan pasangan jalur perseorangan bakal calon gubernur dan wagub Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath (Hebat) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Kesimpulan musyarawah sengketa Pilkada dibacakan Ketua Bawaslu Maluku, Abdullah Ely yang juga pemimpin sidang sejak digelar pada 7 Desember 2017.

Bawaslu Maluku juga membatalkan hasil pleno KPU Maluku 27 Desember 2017 bahwa dukungan pasangan Hebat tidak memenuhi persyaratan yang tertuang dalam surat keputusan No 467/BA/81/Prov/ XII/2017.

“Kami juga meminta KPU Maluku melakukan penghitungan ulang dan perbaikan dukungan paling terlambat tiga hari setelah keputusan musyawarah sidang sengketa Pilkada Maluku,” ujar Abdullah di Ambon, Sabtu (16/12).

Musyawarah sidang sengketa Pilkada yang dihadiri Herman Koedoeboen, Abdulah Vanath dan hanya satu komisioner KPU Maluku, Irene Pontoh itu diawali penyampaiann gugatan pasangan Hebat, tanggapan KPU, keterangan saksi, ahli serta barang bukti yang dibacakan bergiliran oleh komisioner Bawaslu Maluku lainnya, Paulus Titaley dan Astuty Usman hampir tiga jam.

Abdullah mengemukakan, pasangan Hebat saat mengajukan keberatan pada 5 Desember 2017 langsung berkoordinasi dengan Polda Maluku yang menugaskan personel untuk mengamankan kotak-kotak berisikan berkas-berkas.

Keputusan Bawaslu Maluku yang mengabulkan sebagian dari gugatan pasangan Hebat karena KPU Maluku memutuskan bahwa pasangan tersebut tidak memenuhi persyaratan minimal dukungan harus 122.895 orang.

Padahal, pasangan Hebat memasukkan berkas dukungan ke Sistem Informasi Data Pencalonan sebanyak 165.510 orang pada 26 November 2017.

KPU Maluku setelah melakukan perhitungan menyatakan dukungan minimal persyaratan pasangan Hebat yang sah hanya 99.203 orang.

“KPU Maluku tidak memberikan kesempatan kepada pasangan Hebat untuk memperbaiki berkas dukungan dengan dalih tenggat waktu memasukannya yakni 22-26 November 2017 itu sekaligus batas waktu perbaikan. Apalagi, dibuat berita acara sehingga pasangan Hebat mengajukan gugatan karena merasa sebagian hak politik tidak diakomodasi KPU Maluku,” kata Abdullah.

(hdf/ttcom)

Berita Lainnya
Musik Bambu Media Harmonisasi Sosial Masyarakat AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Sekretaris Dirjen Kebudayaan kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sri Harti...
Tim Sar Cari Nelayan yang Hilang di Perairan Nusalaut Maluku Tengah AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Seorang nelayan yang diketahui bernama Laplap (45) dilaporkan hilang saat em...
Harga Kopra di Ambon Terus Bergerak Turun AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Harga kopra yang ditawarkan para pembeli kepada perajin di daerah ini terus ...
Bisnis Perbengkelan Panca Karya Merosot AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya memastikan target penerimaan dari bisnis ...
Dinas PMD diminta Kontrol Penggunaan Dana Desa AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Maluku diminta menjalankan fungsi k...
Kanal: Maluku Pilkada