Loading...

BPS: Tingkat Kemiskinan di Maluku Menurun

AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat jumlah penduduk miskin di daerah ini sebanyak 320,08 ribu jiwa, atau berkurang 0,43 ribu jiwa jika dibandingkan dengan posisi pada Maret 2017 sebanyak 320,51 ribu jiwa.

“Dari sisi presentase, tingkat kemiskinan di Maluku pada Maret 2018 sebesar 18,12 persen, lebih rendah 0,33 poin dibanding Maret 2017 yang tercatat sebesar 18,45 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Maluku, Dumangar Hutauruk di Ambon, Senin.

Dumangar mengatakan, penduduk miskin perdesaan pada Maret 2018 tercatat 274,19 ribu jiwa. Jumlah ini meningkat 4,92 ribu jiwa dibanding Maret 2017 yang menunjukkan angka 269,27 ribu jiwa.

“Bila dilihat dari sisi presentase tingkat kemiskinan di perdesaan Provinsi Maluku pada Maret 2018 (26,64 persen),juga meningkat 0,50 poin dibanding Maret 2017 yang sebesar 26,14 persen,” ujarnya.

Penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2018 tercatat 45,89 ribu jiwa. Bila dibandingkan dengan periode Maret 2017, mengalami penurunan sekitar 5,35 ribu jiwa.

Dia mengatakan, penurunan jumlah penduduk miskin di perkotaan? ini sejalan dengan presentase penduduk miskin. Tingkat kemiskinan di perkotaan di Provinsi Maluku pada Maret 2018 yang sebesar 6,22 persen lebih rendah dibanding Maret 2017 yang sebesar 7,24 persen.

Menurut Dumangar,? besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh? garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per bulan di bawah garis kemiskinan.

Selama Maret 2017-Maret 2018, garis kemiskinan Maluku naik sebesar 4,48 persen, yaitu dari Rp436,865,-perkapita perbulan pada Maret 2017 menjadi Rp456,457, perkapita perbulan Maret 2018, dengan memperhatian komponen garis kemiskinan (GK) yang terdiri atas garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM), maka peranan komoditi? makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan,sandang,pendidikan, dan kesehatan).

Pada Maret 2018, sumbangan GKM terhadap GK sebesar 76,26 persen. Masih besarnya porsi makanan dalam struktur pengeluaran penduduk adalah karakteristik penduduk miskin, yaitu penghasilan penduduk lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar seperti makanan dan minuman dari pada hal lain seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, pakaian, hiburan dan investasi.

Dumangar mernambahkan, perkembangan tingkat kemiskinan di Maluku, Maret 2013 – Maret 2018 menunjukan trend yang semakin menurun dari waktu ke waktu kecuasli pada periode September 2014-Maret 2015 dan Maret 2016 – September 2016. Namun, bila dibandingkan antara periode September 2017 ke Maret 2018 terjadi penurunan presentase kemiskinan sebesar 0,17 poin.

“Dalam enam tahun terakhir? (Maret 2013 sampai dengan Maret 2018, presentase penduduk yang rata-rata pengeluiaran per bulannya di bawah garis kemiskinan atau yang disebut sebagai penduduk miskin berkurang sebesar 1,37 poin.

Berita Lainnya
Ibu Negara ajari siswa PAUD Ambon pola hidup sehat AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Ibu Negara, Iriana Joko Widodo bersama sejumlah pengurus Organisasi Aksi Sol...
Ibu Negara ajak perempuan Ambon Tes Papsmer AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengajak kaum perempuan di Kota Ambon untuk me...
Calon Kepala Ohoi Jalani Sumpah Adat LANGGUR, TAJUKTIMUR.COM - Para calon kepala ohoi (desa) di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjala...
Iriana Jokowi diagendakan Kunjungi Ambon AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Ibu Negara, Iriana Joko Widodo diagendakan mengunjungi Ambon, ibu kota Provi...
Ambon siap menuju Jaringan Kota Kreatif Dunia AMBON, TAJUKTIMUR.COM - Kota Ambon menyiapkan berbagai infrastruktur dan dokumen pendukung menuju ja...
Kanal: Maluku