Loading...

Buka Sarasehan Perdamaian, Menko Polhukam : Kondisi Maluku Sangat Damai

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan bahwa kondisi di Maluku saat ini sangat damai dan jauh dari konflik kepentingan. Menurutnya masyarakat Maluku mulai mengedepankan semangat gotong royong dan toleransi beragama.

“Maluku sebagai contoh perdamaian yang terjadi sampai saat ini. Di sana sudah tidak mungkin untuk konflik, para leluhurnya sudah menancapkan semangat kerja sama dan gotong royong. Islam dan Nasrani sama-sama tidak pernah pecah,” ujar Menko Polhukam saat memberikan sambutan dan membuka Sarasehan Nasional tentang Merawat Perdamaian “Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku Untuk Indonesia yang Bersatu” di JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/07/2018).

Oleh karena itu, mewakili Presiden Menko Polhukam memberikan masukan-masukan agar sarasehan nasional ini bisa membuahkan satu pemikiran cerdas agar perdamaian dan persatuan bangsa dapat dirawat dengan sebaik-baiknya. Terlebih jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, Indonesia akan menghadapi banyak event nasional seperti Asian Games, pertemuan IMF dan akan segera menggelar Pemilu Presiden, Wakil Presiden dan Legislatif.

“Itu membutuhkan satu kondisi yang damai dan aman dan ini membutuhkan persatuan kita sebagai bangsa. Maka betul-betul sarasehan kali ini nilainya cukup tinggi,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Menko Polhukam juga berharap agar para pakar dan tokoh-tokoh yang hadir dalam sarasehan ini dapat memberikan kontribusi yang positif. Sehingga bangsa ini yang sudah mendapatkan satu warisan dari para pendahulunya berupa negara yang bebas dari konflik dengan pejajah dapat membangun perdamaian.

“Tadi saya katakan, di Pancasila pun pusatnya persatuan Indonesia. Lalu dalam Undang-Undang Dasar 1945 pembukaannya juga disampaikan di sana untuk membangun satu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada Sekjen Wantannas yang telah memprakarsai seminar atau sarasehan itu berlangsung,” ungkap Menko Polhukam Wiranto.

Di akhir sambutannya, Menko Polhukam pun menyanyikan lagu ‘Maluku Tanah Pusaka’. Menurutnya, pesan lagu tersebut sangat melekat untuk menjaga perdamaian Maluku. Secara khusus ia berpesan kepada masyarakat Maluku untuk menjaga kerukunan sebagai modalitas persatuan.

Acara sarasehan yang sarasehan yang dibuka resmi ini akan dilaksanakan selama dua hari. Sejumlah tokoh nasional direncanakan akan menjadi pembicara dalam acara ini seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mensos Idrus Marham, Menristek Dikti M. Nasir, dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Berita Lainnya
Penyerapan Dana Desa di Ambon Bervariasi AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Penyerapan anggaran dana desa di Kota Ambon bervariasi, antara lain untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya m...
Disparbud Ambon Tingkatkan Kapasitas Pelaku Industri Musik AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kota Ambon meningkatkan kapasitas pelaku industri musik daerah guna pengembangan e...
IDI Rekomendasikan Tiga RS Terbitkan Keterangan Sehat AMBON, TAJUKTIMUR.COM —- Divisi hukum dan pengawasan KPU Maluku, Almudazir Sangaji mengakui adanya tiga rumah sakit yang direkomendasikan oleh Ikatan ...
Kuota Praja IPDN Maluku Meningkat 30 Persen AMBON, TAJUKTIMUR.COM -- Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata menyatakan kuota praja IPDN provinsi Maluku pada 2018, me...
Dua Paslon Kepala Daerah Adukan Selisih Suara ke MK AMBON, TAJUKTIMUR.COM —- KPU Maluku mengakui ada dua pasangan calon kepala daerah yang mengajukan permohonan perkara perselisihan hasil pemilihan gube...
Kanal: Maluku